AfifAlhariri Pratama

Pria Ambivert yang sedang mencari Tuhan ini lebih senang memperkenalkan diri sebagai “Ucok” kepada siapa saja yang ditemuinya. Hidup di beberapa kota seperti Wamena Papua, Medan, Jakarta, Bulukumba dan Makassar membuat jiwa petualangnya tumbuh semenjak sekolah dasar. Ia akan menjadi pendengar yang taat jika berbicara tentang filsafat, buku, musik, kopi, fotografi, gunung, anak - anak, gerakan sosial dan petualangan.

Alumni Teknik Pertambangan ini memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Lulus kuliah selama tujuh tahun dengan rincian: empat tahun serius kuliah dan tiga tahun selebihnya aktif dalam berbagai kegiatan dan backpacking. Ia merupakan pendiri organisasi kemahasiswaan sekaligus ketua dari Persatuan Mahasiswa Tambang. Selain itu terlibat juga dalam banyak kerja kerelawanan seperti menjadi guru di Sekolah Anak Jalanan Kampung Savana,Search and Rescue, Berbagi Nasi dan lainnya. 

Setelah lulus kuliah, ia bekerja di salah satu perusahaan pertambangan swasta di Departemen Produksi sebagai Blasting Engineer. Sebuah kesenangan baginya karena kapan lagi bisa meledakkan gunung dengan status legal?

Dalam sebuah perenungan yang khusyuk, ia tersadar "apa guna harta melimpah jika hidup tak bermanfaat untuk apa-apa." Selanjutnya ia memutuskan berhenti dari pekerjaan dan membayar pinalti untuk bergabung di Indonesia Mengajar. Ia dipercaya menjadi guru di SDN 2 Karang Makmur Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

Cita – citanya sederhana. Membuat Taman Kanak – Kanak dan menonton konser Sigur Ros feat Ebiet G Ade. Juga ingin menjadi fotografer majalah Kinfolk atau National Geographic. Sepertinya itu tidak sederhana lagi.


Cerita PM:


Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran