info@indonesiamengajar.org (021) 7221570

Apa itu iuran publik?

Iuran Publik adalah sebuah ruang bagi publik untuk ikut terlibat dalam pendanaan Program Pengiriman Pengajar Muda ke berbagai titik di Indonesia. Anda bisa menyalurkan iuran secara perorangan, maupun kolektif melalui perusahaan ataupun komunitas. 

Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, Iuran Publik menjadi sarana yang tepat bagi kita untuk bergotong royong memperkokoh pilar pendanaan yang lebih variatif, demi kemajuan pendidikan di pelosok negeri.

Mengapa Indonesia Mengajar Ngotot Mengembangkan Konsep Pendanaan Berbasis Publik?

Indonesia Mengajar sebagai sebuah gerakan memang tak berambisi hadir sebagai solusi yang menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan di Indonesia. Namun, kami meyakini bahwa keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat Indonesia akan ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan kita. 

Konsep pendanaan publik bukan hanya ide. Ia adalah pilar yang memperkokoh keberlanjutan Indonesia Mengajar, memperpanjang usia kita—sebab Indonesia Mengajar adalah milikmu juga—sebagai gerakan bersama untuk terus bekerja menemani para penggerak pendidikan di berbagai sudut dan tepi bangsa.

Indonesia Mengajar percaya bahwa janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah janji kita semua, sehingga pendidikan adalah urusan kita bersama, dengan cara dan porsi yang dapat kita tentukan sendiri. 

Iuran Publik lahir atas manifesto tersebut: sebuah upaya penggalangan dana berbasis publik agar tiap pihak dapat berinvestasi untuk pendidikan bangsa melalui dukungan pembiayaan pengiriman Pengajar Muda ke masing-masing daerah penempatannya. 

Betul, pendanaan memang bisa datang dari mana saja.

Nyatanya, penelitian Knowledge Sector Initiative (2018) menyebutkan bahwa pendanaan Organisasi Non-profit di Indonesia masih mayoritas didanai oleh sektor internasional, dengan persentase mencapai 73%. 

Padahal, di sisi lain, World Giving Index (2023) menyebutkan bahwa Indonesia ialah negara paling dermawan di dunia, dengan tingkat kedermawanan (rate of giving) masyarakat yang sangat tinggi, yakni 99,6%. Laporan Bappenas (2010) juga melaporkan bahwa potensi  sumbangan masyarakat Indonesia berkisar lebih dari Rp. 12,3 triliun per tahun, tetapi baru sekitar 10% yang berhasil digalang lembaga-lembaga di Indonesia.

Benang merahnya, bagi Indonesia Mengajar, adalah kita sesungguhnya berdaya untuk menopang investasi ini bersama-sama. Gerakan kita tidak harus besar, tetapi harus menular. 

Persis ketika semua orang bersama-sama mewujudkan kongres pertama Boedi Oetomo, saat rakyat berbagai usia—tak hanya pemuda—memberikan apapun yang mereka bisa: menjual arloji, kain panjang, ikat kepala, dan menyumbangan tunjangan pribadi untuk membiayai kongres pertama Boedi Oetomo pada tanggal 3-5 Oktober 1908 di Yogyakarta. 

Atau dalam perjuangan kemerdekaan selepas perjanjian Renville pada 1948, Belanda yang gembira karena telah memojokkan negara baru kita—Indonesia—dengan mengharuskan 30 ribu orang untuk pindah dari Jawa Barat ke wilayah Republik (saat itu hanya sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur). Dalam waktu dua minggu, di bawah koordinasi Divisi Siliwangi, 30 ribu orang berhasil dipindahkan, dengan alat komunikasi sederhana, ratusan kilometer jauhnya.

Bagaimana uang didapat? Seperti apa logistik dikelola? Seberapa rumit? Bagaimana bisa?

Beragam pertanyaan mengendap di kepala kami, pun ketika menuliskan ini.

Hebatnya, peristiwa ini ada di mana-mana, bukan hanya dalam fenomena Kongres Boedi Oetomo maupun Tentara Divisi Siliwangi. Upaya menggalang dana dilakukan di mana-mana.

Dalam konteks pendidikan, ada yang berada di garis depan—mengajarmu baca, tulis, bermimpi—, ada yang menggerakkan komunitas, mendedikasikan waktu dan energi untuk masa depan pendidikan bangsa di luar sekolah formal. 

Kami percaya tiap iuran berharga, apapun bentuknya.

Kami membayangkan suatu masa ketika seluruh pihak ikut berinvestasi bagi pendidikan bangsa, saat rasa tanggung jawab ini menular dan terus beresonansi ke seluruh sendi warga negara, ketika anak-anak tumbuh tanpa rasa khawatir sebab pendidikan mereka telah terjamin, dan kita telah berdaya.

Kami ingin mengajakmu mewujudkannya bersama Iuran Publik.

Semua orang iuran. 

Semua iuran dirayakan.

 

Iuran sekarang di Iuran Publik.

 

  Laporan Audit Keuangan

Berkolaborasi dengan kami dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan anda di masyarakat Indonesia. Hal ini didukung oleh laporan Keuangan Indonesia Mengajar yang telah diaudit PwC Indonesia pada periode 2010-2016 dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). WTP adalah pendapat yang diberikan saat audit sudah dilaksanakan sesuai SPAP. Auditor tidak mendapatkan kesalahan material secara keseluruhan laporan keuangan institusi, atau dalam makna lain, tidak terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku (SAK).

Yuk Jadi Iuraners!

Anda dapat mengambil peran untuk memajukan pendidikan dengan ikut Iuran Publik. Klik salah satu logo berikut untuk melanjutkan!

Indonesia Mengajar
Indonesia Mengajar

Anda juga dapat mengikuti Iuran Publik dan mendapat kabar terbaru dari daerah dengan mengisi form berikut:

Metode Iuran