Apr
21

Setiap Didikan Maghrib di Belang-Belang, akan ada ritual belajar bacaan shalat, tajwid, iqra’, belajar pelajaran umum, siraman rohani, dan yang paling diminati adalah sesi dongeng! Anak-anak sangat suka mendengar cerita dongeng berupa kisah nabi-nabi, sahabat-sahabat, cerita suri tauladan bahkan cerita lucu seputar orang sini. Mereka yang ketika belajar baca doa suka nyembunyiin kopiah temannya, gangguin temen, pukul-pukulan bahkan lari-larian di dalam masjid akan diam ketika ada guru yang mau mendongeng.

Kenapa mendongeng? Karena anak-anak saya sangat suka bercerita dan sangat suka mendengar cerita. Sekali mendengar cerita, mereka akan cepat sekali ingat dan walaupun cerita itu diceritakan berulang-ulang mereka akan tetap tertawa pada waktu yang sama dengan suara tawa yang sama. Pak Azhar lah yang pertama kali membuat saya sadar akan kesukaan anak-anak akan dongeng. Anak-anak selalu ingat nasehat-nasehat yang diceritakan lewat dongeng. Memang dongeng adalah media efektif untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai pada anak-anak.

Dan sesi dongeng yang paling ditunggu anak-anak adalah sesi dongeng dari sang Abu Nawas-nya Belang-Belang, Pak Azhar! Kalau pas saya yang mendongeng, saya harus mengubah suara (suara cempreng binatang, atau suara berat), mengeluarkan ekspresi aneh, dan melakukan tingkah konyol, barulah mereka tertawa terpingkal-pingkal. Berbeda dengan Pak Azhar, he is a talented storyteller! Bahkan sebelum dia mulai bercerita, baru mengeluarkan kata-kata: ‘pak guru mau cerita, mau kase dengarkah tarada?’ anak-anak akan menjawab dengan antusias dan bahkan sudah ada yang tertawa!

Siapa Pak Azhar? Pak Azhar adalah guru di SD Belang-Belang yang sudah bertugas disana beberapa bulan sebelum almarhum Pak Hendra (PM I) bertugas. Dia menemani Pak Hendra bertugas dari hanya berdua memegang kelas, sampai sekarang ketika jumlah guru yang hadir sudah lumayan banyak. Pak Azhar juga pernah masuk di acara metroTV bersama Pak Hendra, tapi namanya salah dituliskan disana, dan itu selalu menjadi bahan tertawaan diantara kita. Dia seseorang yang suka bercanda dan sedikit jahil seperti Abu Nawas. Dan guru yang menurut saya dan 2 PM (PM I dan PM III) sebelum saya sebagai guru yang punya integritas.

Dia punya aura sendiri yang membuat anak-anak memperhatikan dan menikmati cerita, selain karena kesamaan bahasa dan budaya, dia juga sudah paham betul hal-hal yang akan membuat anak tertawa. Bahkan tanpa harus mengubah suaranya anak-anak mendengarkan dengan antusias, dan saya masih belajar dari dia untuk menjadi pendongeng hebat. Pak Azhar juga punya banyak stok dongeng yang bisa dia ceritakan ke anak-anak, bahkan jika dia mengulang cerita yang sama, anak-anak akan dengan senang hati mendengarkan. Dan lebih hebatnya lagi, pesan cerita juga sampai ke anak-anak, cerita Abu Nawas yang mengajarkan tentang jangan sombong, si katak yang terus berjuang tanpa mendengar ocehan orang lain, Nabi Muhammad dan banyak cerita lain.

Dan menurut saya Guru yang Hebat adalah guru yang mau dan bisa mendongeng, karena mereka bisa menghibur anak-anak sekaligus mengajarkan mereka tanpa terlihat terlalu memaksa. Tidak semua orang mempunyai bakat mendongeng, tapi setiap orang bisa belajar, seperti saya yang akhirnya mulai belajar mendongeng untuk anak-anak, dan ternyata sangat menyenangkan! (kenapa ga belajar dari dulu aja coba :D). Terima kasih buat inspirasinya Pak Guru Azhar! :)

1 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!