Nov
01

Berdiri kokoh sejak tahun 1992, SDN Inpres Baku telah memanusiakan manusia selama 10 tahun lebih di tempat paling timur Kabupaten Bima, yakni di Dusun Baku. Dewasa ini, SDN Inpres Baku bukanlah hanya sebuah sekolah racikan laboratorium di Cupertino sana, tapi SDN ini juga merupakan sekolah kondang yang diperhatikan oleh seluruh kalangan masyarakat. Lebih tepatnya, di Bima, SDN Inpres Baku merupakan salah satu ikon pop culture. Sebelumnya, dua pengajar muda pendahulu telah mencoba beberapa fitur yang terdapat di SDN ini pada saat proses unboxing perdana. Iterasi ketiga ini seharusnya lebih baik. Seperti yang dilantunkan oleh Daft Punk, iterasi ketiga ini seharusnya “Harder, Better, Faster, Stronger”. Apakah SDN Inpres Baku merupakan MVP di kelasnya? Ataukah hanya merupakan kontender kelas dua di dalam persaingan pendidikan dunia yang ketat ini? Silakan kalian tentukan sendiri dari ulasan ini untuk mengetahuinya.

Desain

Di saat yang lain menggunakan balutan alumunium dan kaca agar tampak dan terasa lebih premium, SDN Inpres Baku menggunakan balutan semen. Polimer berbasiskan kaolin ini cukup tahan banting, tahan sinar matahari, dan tentunya tahan gores. Untuk varian warna sendiri, SDN Inpres Baku hanya tersedia dalam warna krem kemerahan, tidak sempurna memang, tapi polesan warna bangunan dari SDN ini bisa kami sandingkan dengan maha karya arsitektur modern ala Rem Koolhaas.

Tampilan

Lupakan retina display, SDN Inpres Baku patut berbangga hati karena akhirnya setelah di-upgrade, SDN ini memiliki tampilan whiteboard setelah dua tahun berturut-turut menggunakan blackboard. Tidak banyak perubahan memang, tapi sedikit demi sedikit, setelah rehabilitasi dilakukan, pasti Vincent van Gogh pun akan luluh lantah kepadanya. Lihat saja nanti di tahun ke empat.

Kualitas Suara

Mulai dari isak tangis murid kelas I sampai canda tawa murid kelas VI, mulai dari amarah para guru sampai senandung para sapi, semua bercampur di SDN Inpres Baku. Menurut sound level meter, intensitas suara di SDN ini mencapai 95 desibel setiap harinya atau setara dengan suara mesin pemotong rumput (sebagai perbandingan, 125 desibel adalah titik di mana gendang telinga sudah mulai kesakitan untuk menerima gelombang suara). Kalau yang lain membanggakan kualitas suara mereka yang crystal clear, SDN Inpres Baku dapat membanggakan dirinya dengan kualitas suara yang diamond clear.

Performa

SDN Inpres Baku tidak memerlukan prosesor peranti empat-teras (quad-core), karena SDN ini memiliki peranti satu-teras (solo-core) yang tepat guna. Ya, satu-satunya teras di sini adalah teras sekolah. Di mana murid-murid mengekspresikan dirinya apa adanya. Untuk ketahanan baterainya juga tidak perlu ditanyakan lagi, murid-murid di sini bisa berlarian kian kemari tidak letih selama 5 jam berturut-turut. Ada yang duduk manis sedang asyik baca buku, ada yang bermain kejar-kejaran, dan ada yang naik ke atas atap sekolah. Energi yang sangat menakjubkan bukan?

Kesimpulan

Mungkin SDN Inpres Baku belum melahirkan pemuda kaliber yang dikenal di seluruh dunia (seperti layaknya Minecraft), tapi mungkin SDN Inpres Baku akan melahirkan para indie-darlings yang memiliki relungnya sendiri, mandiri, dan berkontribusi untuk negara sesuai bidangnya (seperti layaknya Grim Fandango). Karena kami yakin, bahwa nantinya, murid-murid SDN Inpres Baku akan menemukan joie de vivre-nya sendiri.

Skor

★★★★☆ 

Mengapa empat dan bukan lima? Karena tidak ada SDN yang sempurna.

0 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!