Cerita PM dengan topik Tambora


Sep
05
  Prasasti semen dekat pagar beri terang sekolah itu punya nama: SDN Oi Marai, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Letaknya di tepi jalan batu yang menyusuri kaki anak gunung, menghadap ke Laut Flores. Matahari baru menghangatkan pagi, mengganti dingin yang dihembuskan angin gunung sepanjang malam. Saya mengayun langkah satu-satu menuju sekolah, menapaki jalan perkampungan yang sepi ditinggalkan penghuninya. "Bu Guru!" terdengar seruan memburu dari belakang. 
Des
31
  Mulanya, gemerisik daun-daun kering di kejauhanlah yang membuyarkan konsentrasi saya. Langkah saya tertahan. Saya  berhenti bersenandung kemudian memicingkan mata. Saya mencoba mengenali sosok yang berkelebat gesit di antara pokok-pokok pohon jambu yang telantar.   Sepertinya memang dia.
Sep
15
Mereka sedikit-sedikit bertanya padaku, “Pak guru, gambar aku jelek ya? Jelek-kan gambar saya? ”. Mereka sepertinya memang hanya ingin mengharapkan jawabanku yang berulang-ulang. “Bagus kok, gambar kamu bagus. Teruskan ya.”, jawabku selalu.

Feb
09
Seberapa lama pun dia pergi, saya tetap akan menyambutnya dengan hangat, mengelus rambutnya, dan berpesan “ Kamu anak pintar, besok masuk sekolah lagi yah!”
Mei
25
“Dimana pun kita berada, jangan pernah tergantung pada orang lain” pesan Bapak angkatku.

Jun
02
Setahun menjadi PM adalah setahun yang luar biasa bagiku. Aku mendapat kesempatan untuk mempelajari banyak hal. Mempunyai keluarga-keluarga baru, dinamika pertemanan dan kehidupan sosial, mempelajari karakter orang-orang yang unik, bersyukur dan bersabar dalam segala kondisi, menikmati perubahan alam yang sungguh dahsyat, memaknai ketulusan dan penerimaan, melawan diri sendiri dari kesepian, kegelapan dan kesendirian. 
Mar
04
Hari itu, kami mendapat sebuah kiriman dari Jakarta. Sebuah paket yang sudah ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Paket itu berasal dari seorang kawan lamaku ketika aku tinggal di Jakarta dulu. Dia pernah berjanji untuk mengirimkan mainan kepada anak murid di sekolahku, dan kuputuskan untuk membagi sebagian mainan untuk anak-anak di Dorole’de. Ketika paket dibuka, isinya adalah hotwheels. Mainan yang sama sekali belum pernah dilihat oleh anak-anakku disini. Anak-anak begitu gembira, dan ...

Okt
04
Pelajaran, terutama tentang kehidupan, selalu bisa kita dapatkan dimanapun. Dari anak lelaki dengan rambut hitam pekat ikal dan wajah jenaka berusia sembilan tahun ini saya belajar tentang kebaikan. Dari tawa dan sorot mata anak lereng Gunung Tambora ini saya belajar tentang ketulusan. Ribuan kilometer jauhnya dari rumah, saya belajar mengubah hati menjadi lebih baik.