Jakarta (27/01) – Ratusan relawan program perpustakaan “Indonesia Menyala” bekerjasama dengan perusahaan energi nasional PT Indika Energy Tbk semakin memantapkan dukungan mereka terhadap Gerakan Indonesia Mengajar (GIM).
Pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Ia tak hanya memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadikan seseorang menjadi manusia yang lebih bijak/ dewasa dalam pemikiran dan tingkah laku.
“Tiada kata berhenti untuk mengabdi dan berkontribusi.“ Begitulah yang menjadi prinsip bagi tiga orang Pengajar Muda: Fauzan T. Andika, Soleh A. Nugraha, dan Intan N Wahyuni, yang telah menyelesaikan tugas mengajarnya selama setahun (November 2010 – November 2011).
“Saya ingin jadi Pengajar Muda seperti ibu,” kata muridku suatu sore, di teras depan rumah.
“Ha? hahaha...” Responku refleks.
Tentu saja tidak bermaksud meremehkan tapi cukup terkejut mendengar pernyataan itu. Anak SD berfikir menjadi Pengajar Muda? Hmm... menarik!
Rabu malam. Hari itu tidak biasa. Tadinya jadwalku adalah mengajar ngaji di langgar, namun karena hari itu bertepatan dengan sewelasan (tanggal 11 penanggalan jawa) pengajian anak-anak ditiadakan.
Awal semester dua ini banyak murid-murid SDN Papaloang yang mengalami penurunan semangat belajar. Aku hanya berpikiran bahwa mungkin mereka masih terlena dengan liburan satu minggu setelah penerimaan rapor.