Cerita PM dengan topik sinyal


Okt
14
“Tidak ada anak yang bodoh” “hey bangai”, begitulah ucapan yang sering sekali saya dengar disini. Di hari-hari awal saya tinggal disinipun saya sudah mendengar kosakata itu. Bangai. Ternyata artinya adalah “bodoh”. Bangai adalah kata yang paling sering digunakan untuk mengatai orang lain. Maknanyapun meluas, tidak hanya bodoh dalam artian mendapat nilai jelek di sekolah atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru, tapi bisa berarti tidak bisa, tidak mampu, tidak mau menurut ...
Des
31
  Mulanya, gemerisik daun-daun kering di kejauhanlah yang membuyarkan konsentrasi saya. Langkah saya tertahan. Saya  berhenti bersenandung kemudian memicingkan mata. Saya mencoba mengenali sosok yang berkelebat gesit di antara pokok-pokok pohon jambu yang telantar.   Sepertinya memang dia.
Mei
23
Khayalan manisku musnah saat berkali-kali mengecek handphone namun tak muncul satu provider pun di pusat kecamatan. Mimpi indahku lenyap. Apa daya, sinyal seperempat bar saja tara da. Sepulang dari pusat kecamatan itulah saya menulis di log-book Indonesia Mengajar, dengan judul “Sinyal Itu Mahal, Jendral!”.