Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Lidya Annisa Widyastuti

Lidya, sulung dari tiga bersaudara keturunan Lampung-Jawa, lahir di Salatiga. Sejak dalam buaian bersama keluarganya mengikuti sang Ayah berpindah dari satu kota ke kota lain karena pekerjaan, membuat Lidya pernah tinggal dan bersekolah di Bekasi, Bangka, dan semenjak SMP menetap di Salatiga. Ini juga yang membuat Lidya menjadi gemar traveling dan mempelajari adat budaya dari berbagai daerah.

Lidya lulus dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tahun 2012. Saat kuliah, Lidya aktif sebagai reporter dan fotografer sekaligus pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi di Scientiarum, organisasi Pers Mahasiswa di kampusnya. Bersama dengan teman-teman Scientiarum, Lidya pernah mengadakan pameran foto “Jenderal Sudirman dalam Bingkai" dan “100 Wajah Kasih Sayang”, juga Simposium Nasional Pers Mahasiswa tentang Jurnalisme Investigasi. 

“Mudah bila tidak mengeluh” jadi mantra ampuh bagi Lidya dalam segala keadaan. Dia pernah mencoba “lari” dari dunia pendidikan, tetapi hal itu membuatnya sadar bahwa membagi ilmunya justru membuat ilmu dan dirinya kian berkembang, “Dengan mengajar justru aku belajar”. Tahun 2014-2015, di SD Inpres Kampung Baru, Kabupaten Fakfak, Lidya mendapat amanat untuk mengabdi dan memperoleh inspirasi terutama dari anak-anak berpotensi itu.

Connect