Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Fidella Anandhita Savitri

“We cannot not communicate”
 
Sederhana, namun penuh makna: kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Kalimat inilah yang membuat Della, Sarjana Komunikasi 2007 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, jatuh cinta pada bidang studi yang ditekuninya.
 
Dalam kegiatan non-akademis, Della aktif berkecimpung di Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Madah Bahana Universitas Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai komandan alat terompet, anggota color guard, penanggung jawab Jazz Dance dalam kejuaraan Grand Prix Marching Band pada tahun 2009, serta terlibat dalam tim publikasi dan dokumentasi untuk kompetisi nasional maupun internasional. Mantan wakil ketua OSIS semasa SMA ini juga aktif dalam kegiatan volunteering dan memiliki rekam jejak karir yang beragam. Mulai dari event organizer, copywriter intern di agensi iklan multinasional, creative officer di perusahaan konsultan pemasaran, sampai menjadi project secretary di lembaga ilmu pengetahuan milik pemerintah.
 
  “Tiap pemuda ada masanya, tiap masa ada pemudanya”
 
Sebuah prinsip yang membuat gadis penyuka warna merah ini selalu berusaha memanfaatkan masa muda sebaik-baiknya. Hingga di satu titik, Della menyadari bahwa menjadi bermanfaat adalah sebaik-baiknya umat. Hal itulah yang mendorongnya untuk berkontribusi menjadi Pengajar Muda. Ia berharap, ilmu yang ia bagikan dapat bermanfaat bagi anak-anak SDN 001 Tanjung Harapan Kabupaten Paser Kalimantan Timur, bibit-bibit pemuda hebat di masanya kelak.
 

Connect