Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Farli Sukanto (Farli)

Farli lahir di Bekasi dan tumbuh besar di Jakarta. Sarjana arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung ini menyalurkan kecintaannya pada kegiatan alam bebas di unit kegiatan Mahasiswa Parahyangan Pencinta Alam (Mahitala).

Ketika menjabat Ketua Dewan Pengurus Mahitala di tahun 2008, Farli mendukung terlaksananya Ekspedisi Pegunungan Sudirman, sebuah eksplorasi kekayaan alam di Tanah Papua. Perjalanan ini kemudian didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul Sudirman Range Trails : Lansekap Misterius di  Indonesia Timur. Setahun sebelumnya, Farli mengetuai Ekspedisi Pengamatan Masyarakat Tradisional Mahitala ke pemukiman terdalam Suku Talang Mamak di Dusun Tuo Datai, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Riau.

Kegiatan pendokumentasian budaya inilah yang melahirkan kecintaannya pada anak-anak dan pelosok Indonesia. Sebelum bergabung dengan Gerakan Indonesia Mengajar, Farli bekerja sebagai Associate Producer di salah satu stasiun televisi nasional, NET. 

Menjadi Pengajar Muda adalah langkah yang diambil untuk belajar memahami tanah airnya dengan menjadi pemimpin dalam lingkup terkecil yaitu kelas, sekolah dan daerah penempatannya. Selama setahun, Farli akan mengabdi di SD GMIT Oeulu yang terletak di daerah paling selatan di Indonesia, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.