Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Maufiqur Rahman

Adalah seorang pemuda dari pulau garam Madura yang banyak menghabiskan waktunya di pesantren. Berkat beasiswa Bidik Misi, dia menyandang gelar sarjana sastra dari Universitas Brawijaya.

Selama kuliah, pemuda yang suka travelling ini banyak terlibat dalam pelbagai organisasi seperti UKM Penalaran, UKM Rohis, pemuda lintas agama dan juga aktivis PMII. Karena ketertarikannya di dunia socio-preneur dan social-enterprise, dalam banyak kesempatan dia terlibat dalam pengembangan masyarakat melalui entrepreneurship misalnya PHBD, PKM dan INBIS Brawijaya. Di dunia entrepreneurship, lewat usaha batik tulis “3D Collection” dan bergabung Wirausaha Muda Mandiri mendapat kesempatan mengikuti pameran industri kreatif baik tingkat nasonal maupun internasional seperti INACRAFT, Pasar Indonesia, Jakarta Fashion Week, Crafina dan PPUD.

Sebelum bergabung dengan Indonesia Mengajar, pemuda yang pernah nyalon Mawapres namun hanya berhenti di posisi runner-up ini fakultas ini mendirikan Rumah Beasiswa di Malang yaitu English Academy Indonesia yang fokus pada kelas persiapan IELTS dan TOEFL beserta konsultasi beasiswa.

Menjadi Pengajar Muda yang ditempatkan di Muara Enim adalah sebuah kehormatan dan momentum baginya untuk mengabdi pada bangsanya yang mana sudah memberinya kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Melalui IM, dia akan berbagi, berkarya, menyebarkan optimisme dan harapan bagi anak-anak di pelosok negeri.  

“The more you take, the less you have. The more you give, the more you get.”