Jalia Rahmadiana Sari

Gadis bernama Jalia Rahmadiana Sari ini lahir dari keluarga sasak asli namun menetap di Sulawesi Selatan. Ia adalah anak pertama sekaligus putri tunggal dari tiga bersaudara. Sejak menginjakkan kaki di bangku SMA, perempuan yang akrab dipanggil Jea ini mulai jatuh cinta pada Bahasa Inggris hingga ia meninggalkan passion-nya di masa lalu untuk menjadi pakar kesehatan. Ia akhirnya mengambil Jurusan Sastra Inggris di Universitas Hasanuddin.

Saat kuliah Jea aktif menjadi juri Debat Bahasa Inggris di kompetisi tingkat SMA dan juga Universitas baik skala provinsi maupun nasional. Tak hanya itu, ia juga ikut terlibat di himpunan jurusan sebagai koordinator Penelitian dan Pengembangan. Selain aktif berorganisasi, ia beberapa kali mengikuti kompetisi Debat Bahasa Inggris dimana ia pernah menjadi Top 10 Best Speaker dalam kompetisi yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Setelah lulus, ia langsung bergabung dalam Projek Pendampingan SBMPTN sebagai Supervisor. Sembari bekerja, ia tetap aktif mengurus komunitasnya yang berfokus pada kesejahteraan kaum tuli. Projek itu dibuat melalui perpanjangan tangan dari program kepemimpinan XL Future Leaders. Tak lupa, ia juga aktif terlibat menjadi volunteer yang salah satunya sebagai pengajar Bahasa Inggris di daerah wisata Tetebatu selama dua bulan selepas bekerja sebagai English Trainer di Mayora Group. 

Menjadi Pengajar Muda merupakan salah satu cita-citanya agar dapat terjun langsung mengabdi bagi Indonesia. Ia selalu bermimpi untuk menjadi bagian dari orang-orang hebat yang dapat berkontribusi mencerdaskan anak bangsa di pelosok Nusantara. Ia merasa mampu melakukan hal tersebut, sebab baginya, diantara keahlian yang ia miliki, mengajar merupakan hal yang paling ia kuasai.