Puisi Untuk Bapak dan Ibu Guru Baru
Widodo Widodo | 04 August 2017

Puisi untuk bapak dan ibu guru baru, begitulah judul puisi yang Nur Azizah, siswa ku ynag sedang duduk bangku kelas 5, SDN Bajayau Tengah 1. Hari itu saya mengajar Bahasa Indnesia dengan materi membuat karangan puisi. Setelah menjelaskan materi serta memberikan contoh puisi, aku memutuskan mengajak siswa kelas 5 untuk belajar di luar kelasnya, tepat nya di pelabuhan perahu yang biasa di tumpangi oleh warga desa saat ingin berangkat kepasar yang terdapat di kecamatan. Pasar Negara nama nya.

Sebelum mereka menulis puisi saya memberikan beberapa instruksi kepada mereka, seperti mereka bebas duduk dimana saja selama itu masih area pelabuhan, dan memberikan beberapa tema besar untuk mempermudah mereka menentukan puisi yang akan mereka buat. Tentang pahlawan, guru, orang tua, alam, sahabat, dan hewan, menjadi pilihan tema puisi yang kuberikan kepada mereka pada hari itu. Setelah menerima instruksi tersebut mereka bergegas mencari tempat duduk untuk menulis, ada yang duduk di pinggir pelabuhan sambil menghadap kesungai, ada yang tiduran di teras masjid sampai ada yang menulis sampai di sebelah jamban…wkwkwkwk

Sekitar 10 menit berlalu, beberapa dari mereka mendatangi ku yang lagi asyik memperhatikan teman mereka yang lagi sibuk menulis puisi. “ Pak, ulun puisinya tentang sahabat”. Ok jawab ku. “ Pak, ulun puisinya tentang desa Bajayau” . Bagus Jawabku. “ Pak, ulun puisinya tentang hewan ganas katanya.” Sip, jawabku sambil tersenyum dengan piihanan tema yang ia (Awi namaya) pilih..hahaha. terus yang terakhir berkata lagi “ Pak, ulun kadak kawa menulis puisi tentang sahabat,guru,alam dll.” Kenapa ? tanyaku.” Susah pak, pusing ulun. Boleh kadak ulun membuat puisi tentang yang lain. Jawabnya.”  Hmmm.. boleh jawabku. Suru, mau buat puisi tentang apa ? “ Ulun mau buat puisi nya tentang cinta pak, jawabnya sambil tersenyum malu-malu. Wkwkwk..  Aku pun tak tahan menahan bibirku untuk tersenyum melihat tingkah lakunya saat itu. Ya udah, kamu boleh membuat puisi tentang cinta, tapi pilih kata-kata yang bagus ya jawab ku. Siap pak, jawabnya sambil berlari lagi ketempat dia menulis sebelumnya, yaitu di sebelah jamban.. wkwkwk. Luar biasa sekali inspirasi yang ia dapat kan menulis di sebelah jamban. Hahaha.

Waktu pelajaran Bahasa Indonesia selesai, semua siswa mengumpulkan semua puisi karya mereka, melihat mereka semangat mengumpulkan karya mereka, akupun semakin tak sabar ingin membaca satu persatu karya mereka. Saat santai di malam hari, perlahan ku coba untuk membaca satu persatu karya siswa ku. Senyum, tertawa dan terharu itulah kesanku saat membaca puisi mereka. Aku tersenyum saat membaca pilihan kata yang mereka tuliskan, aku tertawa saat membaca puisi tentang cinta “karya Suru”, dan terharu oleh puisi “Karya Nur Azizah”.

Teruslah belajar nak, yakinlah kalian akan menjadi anak-anak yang sukses nantinya. Salam semangat untuk semua anak-anak hebat di seluruh sudut Indonesia.

Desa Bajayau Tengah, HSS. Kalimantan selatan

4 Agustus 2017

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran