Langkah Awal
Sortaliapurba | 01 October 2015

 

Diantara Pasir dan langit biru, di sudut pepohonan rindang saya jatuh cinta saat memandangi senyum dan tawa mereka.  dapat  kesempatan melihat perempuan tangguh dari Pulau Beengdarat di ujung utara Sulawesi ini adalah kado terbaik dari Tuhan di usia 23 tahun saya. Kalau saja saya terlambat memutuskan untuk meninggalkan Bumi Raflesia  yang nyaman,  barangkali penyesalan dan menyalahkan  diri sendiri adalah hal yang tepat untuk saya lakukan.

Dan saat ini saya sangat menikmati 3 bulan perjalanan sebagai pengajar muda X. Berjalan di pasir yang lembut, disapa mamak-mamak, papak-papak, oma dan opa disepanjang jalan saat berangkat ke sekolah, ditemani anak-anak yang ceria saat ingin mencari hiburan, dininabobokan oleh ombak dan gelap malam yang pekat, serta dibangunkan oleh suara babi yang kelaparan di samping rumah tetangga. Katakan kepada saya, kalau saya tidak tinggal dan berinteraksi dengan mereka dimana lagi saya akan dapatkan semua ini?

Layaknya anak-anak yang tidak mampu mengendalikan hasrat terus-menerusnya akan hal-hal yang baru, saya pun terus melebur dalam kehidupan masyarakat pulau yang memiliki kemampuan untuk menanggung kehidupan yang serba kekurangan namun tidak pernah redup seperti bintang dilangit yang dikagumi banyak orang. 

Buat kita yang masih terlalu banyak didalamnya bagian kehidupan yang menjenuhkan yang kehidupannya hanya disekitar diri sendiri, yang tak pernah keluar dari kotanya : tinggal, hidup, dan belajarlah dari masyarakat pulau terdepan ini sama seperti perjalanan saat ini yang sedang saya lakukan sebagai langkah awal untuk lebih akrab dan dekat dengan Indonesia.

 

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran