Suanggi
Ramadhani | 14 October 2017

Cerita kali ini tidak ada kaitannya dengan masalah pendidikan. Malah cerita kali ini agak berbau mistik dan bersifat “folklore” atau cerita rakyat. Pasti di setiap daerah terdapat lokasi keramat, orang jahat yang memiliki kemampuan sihir, dan makhluk gaib yang bersifat jahat. Di kampung ini pun terdapat cerita seperti itu, malah kampung ini disebut sebagai sarang dan tempat belajar ilmu sihir tersebut.

Suanggi, begitulah makhluk jahat ini biasa dipanggil. Suanggi adalah manusia biasa yang belajar ilmu untuk menjadi suanggi ataupun terkena efek jahat dari daun suanggi. Orang yang telah menjadi suanggi pasti selalu memiliki niatan yang tidak baik dan pasti akan berusaha mencelakakan orang walaupun orang tersebut tidak berbuat salah terhadap dirinya. Orang yang memiliki kemampuan suanggi dapat membuat orang lain sakit bahkan sampai pada taraf orang yang dicelakainya meninggal (ini hasil dari obrolan panjang dengan warga lokal).

Untuk menjadi seorang swanggi, orang tersebut harus belajar dengan suanggi yang lain. Sebagai ujian terakhir dari “tes” suanggi ini, orang yang belajar ilmu suanggi harus dimutilasi dan harus dapat hidup kembali dengan ilmu yang telah dia pelajari. Cara lain untuk menjadi suanggi adalah dengan cara terkena efek dari daun suanggi. Daun suanggi adalah sejenis tanaman tertentu di mata manusia biasa (bisa saja itu adalah daun singkong atau daun pisang) tapi di mata para suanggi disebut sebagai daun suanggi. Daun suanggi jika masuk ke dalam tubuh manusia maka orang tersebut dapat terkena penyakit yang “katanya” tidak bisa disembuhkan oleh dokter dan harus melalui “orang pintar”. Selain mendatangkan penyakit, orang yang telah terkena efek dari daun suanggi secara tidak langsung dapat disebut suanggi.

Itulah sedikit cerita dari Kampung Marau yang oleh masyarakat Kep. Yapen terkenal sebagai UGT (Universitas Gunung Tata) tempat belajar ilmu swanggi.

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran