TANAH RATA GILA BOLA
Putri Lestari | 22 October 2011

Wahai para pecinta bola tanah air, bagaimana cara kalian gila bola? Dengan membeli atribut tim kesayangan? Nonton bareng di cafe? Atau nonton langsung menjadi supporter? Aku akan ceritakan bagaimana warga dusun Tanah Rata gila bola. Kegilaan yang paling gila yang pernah aku lihat.

Masyarakat Pulau Bawean terkenal dengan semangat olah raganya, mulai dari Bola Voli, Sepak takraw dan Sepak Bola tentunya. Menonton pertandingan bola menjadi hiburan tersendiri. Disini hampir setiap dusun memiliki Tim sepak bola.

Tim Sepak Bola dusun Tanah Rata mengikuti turnamen di dusun Sukalela. Mengikuti sebuah turnamen besar sekali biayanya, mulai dari biaya pendaftaran, kaos pemain, transportasi, makan dan lain sebagainya. Belakangan aku ketahui ada juga biaya menyewa pemain dariĀ  Desa lain, kecamatan lain bahkan dari pulau lain alias Pulau Jawa. Gila bukan?

Dari Ibu angkatku yang terus kesal dan marah-marah gara-gara anaknya ikut menjadi atlet bola Tanah Rata sehingga sering bolos kuliah, aku tahu bahwa ada 3 orang pemain asing (baca: jawa) yang akan membela Dusun Tercinta menjelang perebutan kursi di semi final, setiap pemain dibayar 1 juta rupiah sekali pertandingan. Gila Bukan? Tahan kekagumanmu!

Nah teman, cara mereka membayar semua biaya-biaya itu lebih gila lagi, para atlet dan suporter sepak bola Tanah rata melakukan gotong royong, membersihkan sawah orang lain, membetulkan sawah, membersihkan kandang sapi dan membuang kotoran sapi, dan lain-lain. Pemilik sawah atau kandang, harus membayar sejumlah uang kepada para pekerja, nah para pekerja ini akan meyumbangkan seluruh hasilnya untuk Tim Sepak Bola.

Lantas, apa hadiahnya kalau menang? Uang sebesar 8 juta rupiah. Kalau juara 1 kalau tidak ya tidak dapat apa-apa. Penyishan ke perempat final berlangsung, seluruh warga tanah Rata menuju ke dusun Sukalela untum menyemangati. Ada yang sewa kol ada yang naik motor, anak-anak beberapa minta izin nonton bola. Yang ada dirumah harap-harap cemas, begitu juga Ibu ku walau lain yang ia cemaskan, kalau hari ini Tanah Rata menang lagi, berarti anaknya semakin sering tak kuliah.

Sore hari, suporter datang memberi kabar, Tanah Rata kalah. Tak jadi masuk semi final. Uang yang terhambur hilang sudah. Yang paling Gila, terakhir aku ketahui bawa pertandingan siang tadi seluruh pemain bukan dari Tanah Rata, tapi pemain asing dari kecamatan lain atau Desa lain.

Yak, begitulah cara tanah rata gila bola.

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran