Jika Aku Menjadi Bupati...
Ashelarisa | 25 May 2016

Sehari yang menginspirasi. Barangkali itulah ungkapan yang tepat untuk memaknai rangkaian kegiatan ‘Sehari Bersama Bupati’, Sabtu, 7 Mei 2016 lalu. Sebanyak 18 siswa yang berasal dari 9 SD penempatan Pengajar Muda X Kabupaten Rote Ndao berkesempatan mengikuti aktivitas Bupati selama sehari. Mereka adalah siswa terpilih yang dipilih berdasarkan penulisan esai ‘Jika Aku Menjadi Bupati’.

Pastinya, hari itu menjadi pemandangan yang tak biasa di Kantor Bupati Rote Ndao. Jam 08.00 WITA semua peserta berseragam merah putih dan beberapa guru pendamping telah memenuhi lobi depan kantor. Sebelum acara pembukaan dimulai, tiap siswa mendapat sebuah modul unik yang berisi agenda dan penjelasan singkat tentang pemerintahan serta tempat-tempat yang akan dikunjungi. Di halaman awal, mereka harus mengisi biodata teman-teman yang lain dengan menanyakannya langsung. Nama lengkap, nama panggilan, asal sekolah, hobi dan cita-cita, biar saling mengenal dan akrab selama berkegiatan.

Dalam sambutannya saat acara pembukaan, Pak Bupati sempat bertanya,”Siapa yang belum pernah melihat Pak Bupati?”. Beberapa siswa mengangkat tangannya. Ternyata ada beberapa dari mereka yang belum pernah bertemu Pak Bupati sebelumnya. Setelah pembukaan, mereka kemudian mengelilingi kantor bupati, melihat-lihat ruangan kerja Bupati dan Wakil Bupati, mendengar cerita serta mengajukan pertanyaan. Mereka memang begitu berani dan percaya diri.

“Pak, bagaimana caranya supaya bisa menjadi bupati?”

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalannya. Saya sudah ditinggal oleh ibu sejak kecil. Saya dulu SD nya juga di kampung. Semangat untuk terus belajar dan dukungan dari rakyatlah yang membuat saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Nah, anak-anak disini siapa yang nanti mau jadi bupati?”

“Tidak mau pak, tugasnya kan berat...”, celetuk seorang siswa yang disambut gelak tawa oleh beliau.

“Yaa, apapun cita-cita kalian nanti, yang penting dari sekarang belajar dengan giat dan berusaha untuk mewujudkannya.”

Seorang siswa juga sempat bertanya kepada Pak Wakil Bupati,”Hobi bapak apa?” Lalu dijawab oleh beliau,”Hobi bapak banyak. Salah satunya bapak senang membaca. Pepatah mengatakan ‘orang sukses adalah pembaca yang hebat’. Karena itu anak-anak semuanya, kalau ingin sukses harus rajin belajar dan membaca yaa..”

Pasca mengunjungi kantor bupati, mereka kemudian menyambangi kantor DPRD Rote Ndao. Disambut dengan begitu baik, para anggota dewan pun ikut menjelaskan tugas dan fungsi DPRD serta menceritakan pengalamannya selama bertugas sebagai anggota DPRD. Setelah istirahat makan siang, para delegasi melanjutkan perjalanan ke Komando Distrik Militer (Kodim) dan Bandara DC Saudale Rote Ndao.

Di bandara, para siswa diajak untuk mempraktekkan langsung bagaimana proses check-in sebelum masuk pesawat. Erika, siswa SD Inpres Batulai Kecamatan Lobalaian yang bercita-cita menjadi pramugari ini begitu riang ketika bisa bertemu pilot dan pramugari di bandara. Setelah bersama-sama menyaksikan pesawat lepas landas, semua delegasi kemudian bersiap-siap menuju rumah jabatan bupati.

Malamnya, tibalah momen keakraban bersama bupati. Usai makan malam, dua siswa berkesempatan membacakan esai yang telah mereka tuliskan.

“Jika saya menjadi bupati maka saya akan membawa rakyat Rote Ndao ke jalan yang benar, seperti tidak minum sopi ketika pesta. Karena bisa menimbulkan perkelahian. Saya juga akan bilang ke rakyat untuk menjaga hewan peliharaannya supaya tidak berkeliaran di jalan, karena bisa menimbulkan kecelakaan. Lalu saya juga akan bilang ke kepala desa-kepala desa di Rote agar menghadiri rapat dan bekerja dengan benar, tidak bekerja untuk kepentingan sendiri.

Begitu bunyi esai yang ditulis dan dibacakan oleh Pretty Densi Ledoh, siswa SD Inpres Oeoko Kecamatan Rote Barat Laut. Sebuah ungkapan jujur yang dia rasakan dan alami di kesehariannya. Di Rote sering terjadi perkelahian warga yang mabuk di pesta akibat minum sopi. Sering juga terjadi kecelakaan yang berujung kematian akibat hewan peliharaan (sapi, domba, babi) yang berkeliaran di jalan. Ayahnya yang seorang kepala dusun terkadang membawa omelan ke rumah tentang kepala dusun lainnya yang jarang menghadiri rapat desa karena mengerjakan sawah atau pekerjaan lain.

Lain lagi cerita Lukiy. Siswa SD Inpres Bandu Kecamatan Lobalain ini menceritakan keadaan desanya yang sulit. “Jika saya menjadi bupati maka saya akan mengaliri listrik ke desa-desa yang belum ada listrik serta memperbaiki jalanan yang berlubang. Saya juga akan mengaktifkan polisi di desa supaya desa aman”. Ya, Lukiy memang tinggal di desa yang belum ada listrik dan kondisi jalan yang rusak, banyak lubangnya.

Inspirasi hadir karena interaksi. Interaksi yang terjadi antara Pak Bupati dengan calon pemimpin masa depan ini tentu mendatangkan banyak inspirasi. Tak dipungkiri, setelah mendengar visi misi anak-anak ini, Pak Bupati menaruh harapan,”semoga dari sini akan ada yang menjadi pemimpin nantinya dan bisa memimpin lebih baik dari saya.

Terimakasih Pak Bupati, terimakasih telah ikut membangun mimpi-mimpi mereka...

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran