Anak-anak punya guru baru.
Arista Setyaningrum | 31 May 2016

Beberapa waktu yang lalu Kab. Lebak kedatangan tamu spesial dari BFI for Society. Rekan-rekan dari BFI mencoba merasakan sensasi menjadi pengajar muda selama 4 hari. Dari tim BFI for Society mengirimkan 5 orang yang tersebar di 3 daerah penempatan pengajar muda yaitu Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Sajira dan Kecamatan Muncang. Kecamatan Muncang tempat saya mengajar kedatangan 2 orang yaitu Pak Sofyan dan Bu Ayu.

Perjalanan mereka dimulai pada hari Rabu, 11 Mei 2016 saat mereka pertama kali datang di Kabupaten Lebak. Hampir tengah malam elf yang mereka tumpangi sampai di kediaman Pak H. Budi yang merupakan pengawas SD di Kecamatan Muncang. Mereka yang  tampak lelah tapi juga nampak bersyukur telah tiba di bumi multatuli ini. Setelah istirahat, pagi-pagi kami menumpang mobil pribadi Pak Budi untuk mencapai Kecamatan Muncang yang ditempuh kurang lebih 40 menit.

Sambutan sederhana dari UPT Pendidikan Kecamatan Muncang mengawali hari ini. Setelah ngobrol ringan dengan beberapa pegawai di Gedung Guru Muncang (GGM), Pak H. Jalal mengantarkan kami ke SDN 1 Ciminyak. SDN 1 Ciminyak merupakan tempat Pak Sofyan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Sekolah ini sudah sangat sering meminta untuk dikunjungi PM walaupun hanya untuk sekedar makan siang. Kedatangan Pak Sofyan disambut hangat oleh warga sekolah SDN 1 Ciminyak. Setelah memastikan pak Sofyan akan baik-baik saja, saya dan Bu Ayu melanjutkan perjalanan yang cukup offroad ke SD penempatan saya yaitu SDN 1 Mekarwangi. Jalanan yang sedang dalam tahap pelebaran membuat jalan yang sebelumnya aspal menjadi jalanan berlumpur.

Kedatangan saya dengan seorang guru baru langsung mendapat perhatian anak-anak terutama anak-anak kelas bawah. Mereka awalnya malu-malu untuk berkenalan dengan guru baru. Ramah tamah dan ngobrol singkat dengan guru-guru dan kepala sekolah. Bu Ayu masuk ke kelas paling kecil yaitu kelas 1 yang digabung dengan kelas 2. Anak-anak itu riuh ketika kami masuk ke kelas mereka, untuk sementara kelas mereka digabung untuk mendapatkan materi dari bu Ayu. Hari ini kita belajar membuat origami, bernyanyi dan menggambar. Antusiasme sangat jelas terlihat dari wajah polos bocah-bocah ini. Mendapatkan pengalaman baru dan berinteraksi dengan orang baru membuat mereka semakin semangat untuk belajar.

Sepulang sekolah anak-anak sering datang ke rumah, karena hari ini ada guru baru semakin bayaklah anak-anak yang main ke rumah. Sejenak popularitas PM menghilang. Membiarkan anak-anak untuk belajar berinteraksi, membiarkan mereka belajar berani untuk berbucara dengan orang asing.

Disisi lain Kecamatan Muncang, Pak Sofyan sedang antusias untuk melatih upacara anak-ank SD Ciminyak. Mantan Paskibraka ini mendapat tantangan untuk melatih upacara anak SD dengan benar. Namanya juga anak-anak, saat latihan pasti aja ada yang bercanda. Latohan yang menguras energi dan emosi tentunya tapi mungkin inilah yang akan menjadi cerita bagi mereka.

Kalau cerita perjalanan mereka, aya tuliskan disini mungkin akan overload. Tidak berasa ke Lebak kalau tidak ngeliwet di saung. Hari terakhir kami gunakan untuk ngeliwet bersama anak-anak di saung. Masak 2 jam dan habis dalam 5 menit.

“Anak-anak ini kalau dilepas dihutan pasti bisa hidup, lah kitanya uda mati” Pak Sofyan berkelakar melihat kemampuan mereka untuk membuat api, memasak dan mempersiapkan semuanya.

Terima kasih atas kedatangannya.

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran