Jun
21

“Libur telah tiba! Libur telah tiba! Hore! Hore! Hore!” – Tasya, penyanyi cilik (tidak begitu cilik lagi sekarang)

Libur sekolah telah tiba. Sekarang saatnya rehat sejenak dari rutinitas mengajar di SD Indong.
Bagi teman-teman yang masih belum tahu ingin liburan di mana, cobalah berlibur kemari, kepulauan Maluku Utara.

Atas request beberapa teman2, berikut adalah petunjuk bagaimana mencapai Desa Indong, kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara.

1) Jakarta - Ternate, Maluku Utara:

Paling cepat dicapai dengan menggunakan pesawat. Beberapa airlines yang beroperasi adalah: Garuda Indonesia, Sriwijaya, Batavia, Lion dan Express. Harga tiket PP berkisar 1,4jt - 3jt.
Di Ternate sendiri banyak objek wisata yang memukau. Pulau Morotai, yang diabadikan di tiap lembar uang seribu rupiah. Pantai Sulamadaha, pantai yang indah di sisi lain pulau Ternate. Danau Tolire, dengan pemandangan Gunung Gamalama yang luar biasa indah. Benteng Toluko, benteng peninggalan Portugis. Dan masih banyak lagi.

<a href="http://rahmanadipradana.files.wordpress.com/2011/06/167574_490079051237_591341237_6363469_4974265_n.jpg"><img src="http://rahmanadipradana.files.wordpress.com/2011/06/167574_490079051237_591341237_6363469_4974265_n.jpg?w=300" alt="Pemandangan kota ternate dari Benteng Toluko" title="Pemandangan kota ternate dari Benteng Toluko" width="300" height="78" /></a>

2) Ternate - Pulau Bacan, Halmahera Selatan

Paling cepat dicapai dengan menggunakan pesawat kecil. Beberapa airlines yang beroperasi adalah : Express, Merpati, dan NBA. Harga tiket one way berkisar 150rb - 350 rb.
Tapi kalau belum pernah naik kapal, mungkin lebih baik merasakan pengalaman menginap di kapal. Berangkat dari pelabuhan Bastiong - Ternate, ke pelabuhan Babang - Pulau Bacan. Harga tiket Rp 100rb jika ingin menginap di dek bersama penumpang lain, atau Rp 250rb jika ingin mengindap di kabin. Kapal berangkat sekitar jam 8 malam dan sampai sekitar jam 5 pagi.

3) Pelabuhan Babang - Kota Labuha, Pulau Bacan

Sesampainya di pelabuhan Babang, carilah Otto (angkutan umum seperti mikrolet) ke arah kota Labuha. Tarif untuk 1 orang adalah Rp 10rb. Kalau Otto habis, bisa naik ojek (motor) dengan tarif Rp 20rb. Perjalanan dari pelabuhan sampai kota sekitar 30 menit.
Di kota teman-teman bisa beristirahat sejenak di hotel. Ada banyak pilihan hotel di kota. Bagi kami para Pengajar Muda Halsel, ada 1 rumah yang kami gunakan sebagai basecamp di Desa Mandaong.

4) Kota Labuha - Desa Indong, Pulau Mandioli

Untuk mencapai Desa Indong, hanya bisa menggunakan kapal motor penumpang yang akan berangkat dari pelabuhan lama di kota Labuha. Jadwal keberangkatan hanya ada di hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu pukul 12 siang. Biaya tiket one way adalah Rp 20rb. Perjalanan dari pelabuhan sampai desa sekitar 1,5-2jam.
Penduduk Desa Indong kurang lebih sebanyak 1.300 jiwa, sekitar 300 KK. Teman2 bisa menginap di rumahku, rumah dinas guru, atau juga di rumah kepala desa atau rumah penduduk lain. Teman2 hanya perlu membayar uang makan dan uang menginap sekadarnya. Akanlebih baik lagi jika teman2 membawa bahan makanan dari kota.

<a href="http://rahmanadipradana.files.wordpress.com/2011/06/227614_10150184711366238_591341237_7242145_7036400_n.jpg"><img src="http://rahmanadipradana.files.wordpress.com/2011/06/227614_10150184711366238_591341237_7242145_7036400_n.jpg?w=300" alt="Keindahan sunset di darmaga Desa Indong. The best view of my life. :)" title="Keindahan sunset di darmaga Desa Indong. The best view of my life. :)" width="300" height="225" /></a>

Semoga petunjuk di atas bias banyak membantu. Jika masih ada yang ingin ditanyakan bias langsung email saja ke adi.pradana@pengajarmuda.org

Aku sendiri berencana untuk “tour de Maluku” liburan ini. Melancong sampai ke ujung utara Maluku. Berangkat dari pulau Bacan, berjalan sampai pulau Ternate, Jailolo (Halmahera), Tobelo (Halmahera), pulau Morotai dan pulau Kayoa. Anyone interested? You are more than welcome to join the trip. :)

Selamat Berlibur!

<a href="http://rahmanadipradana.files.wordpress.com/2011/06/260285_10150213809101238_591341237_7516111_5957551_n.jpg"><img src="http://rahmanadipradana.files.wordpress.com/2011/06/260285_10150213809101238_591341237_7516111_5957551_n.jpg?w=300" alt="Dermaga lama, pulau Ambatu, dekat Pulau Mandioli. Bersiap untuk "betobo" (red. berenang)" title="Dermaga lama, pulau Ambatu, dekat Pulau Mandioli. Bersiap untuk "betobo" (red. berenang)" width="300" height="225" /></a>

Salam hangat dari Halmahera!

1 Komentar
  • alex
    Untuk Pengajar Muda (PM) 1 dan 2, dimana saja berada., pembawa pesan pertama dari Gerakan Indonesia Mengajar ke pelosok Nusantara. Setelah selesai mengabdi, adakah mimipi/ keinginan/ rencana untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat GIM menjadi gerakan bersama yang diketahui dan dimiliki semua rakyat Nusantara serta menimbulkan niat tulus dari rakyat di Nusantara ini untuk berpartisipasi dalam Pendidikan, baik secara langsung maupun tidak.
    Karena untuk menghancurkan rantai kebodohan dan kemiskinan, hanya dengan pendidikan. Dan pendidikan membutuhkan dana dan gerakan bersama, karena tanpa itu, kita tidak dapat menghancurkan rantai kebodohan dan kemiskinan, dan akhirnya Mutiara Nusantara akan hilang ditelan waktu.
    Akankan ini terjadi lagi dan lagi, tanpa bisa kita cegah dan hancurkan?.
    Sanggupkah Mutiara Nusantara kita, menghancurkan rantai kebodohan dan kemiskinan itu dengan kekuatannya sendiri ?.
    Jadikan GIM sebagai pembuka jalan tetapi apa yang akan kita lakukan selanjutnya karena tanpa adanya bantuan dari kita, rakyat nusantara lainnya, Mutiara Nusantara akan menemui kesulitan untuk memutus rantai kebodohan dan kemiskinan yang membelenggu dirinya, mari kita bantu mereka, bisakah PM 1 dan 2, sekali lagi berpartisipasi menemukan jalan keluarnya.
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!