Ibu Guru Rini: Cahaya di Ujung Perjalanan

Ni'mathul Alfien 27 Maret 2025

Di sudut Kabupaten Seruyan, tepatnya di UPT Tanggul Harapan, ada seorang guru yang setiap hari menempuh perjalanan panjang demi sebuah harapan: pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak. Namanya Bu Rini. Ia bukan sekadar pendidik, tetapi juga seorang pejuang di jalur sunyi, melewati jalanan berbatu, lumpur yang licin, hujan deras, dan teriknya matahari, semua demi satu tujuan mengajar di SDN 2 Pematang Limau.  

Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya menyinari Kuala Pembuang, pusat Kabupaten Seruyan, Bu Rini sudah bersiap di atas motornya. Perjalanan sejauh lebih dari satu jam bukan hal yang mudah, apalagi bagi seorang perempuan yang harus menghadapi berbagai rintangan alam. Namun, semangatnya tak pernah padam. Di balik perjuangan itu, ada anak-anak yang selalu menanti di depan pintu kelas, dengan mata berbinar dan rasa ingin tahu yang besar.  

Perjalanan yang Tak Kenal Lelah

Rute yang ditempuh Bu Rini bukanlah jalanan beraspal yang mulus. Ia harus melewati jalan tanah yang berlubang, kadang becek saat musim hujan, dan berdebu saat kemarau. Ada kalanya ia harus turun dari motornya, menuntunnya melewati genangan lumpur yang dalam. Kadang, saat hujan turun terlalu deras, ia harus berhenti sejenak di pinggir jalan, menunggu hujan mereda agar bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.  

Namun, tidak sekalipun Bu Rini mengeluh. Baginya, tantangan ini adalah bagian dari tanggung jawab yang telah ia pilih. Pendidikan adalah cahaya, dan ia ingin menjadi bagian dari cahaya itu bagi anak-anak di SDN 2 Pematang Limau.  

Saat tiba di sekolah, meskipun lelah, Bu Rini tetap menyapa murid-muridnya dengan senyum hangat. Tidak ada yang tahu berapa kali motornya mogok di jalan, atau berapa banyak keringat yang menetes sepanjang perjalanan. Yang mereka lihat hanyalah seorang guru yang selalu hadir, selalu siap mengajar, dan selalu memberikan yang terbaik.   

Di Balik Dedikasi, Ada Pengorbanan

Tidak banyak orang yang tahu bahwa perjalanan panjang yang ditempuh Bu Rini setiap hari juga berarti waktu bersama keluarganya menjadi lebih sedikit. Ia harus berangkat pagi-pagi sekali dan baru pulang saat siang menjelang. Terkadang, ketika hujan turun terlalu lebat dan jalanan menjadi lebih sulit dilewati, ia harus menginap di rumah warga dekat sekolah agar keesokan harinya tetap bisa mengajar tepat waktu.  

Namun, semua pengorbanan itu tidak pernah ia sesali. Baginya, melihat murid-muridnya berkembang, melihat mereka berani bermimpi, dan melihat mereka tersenyum adalah kebahagiaan yang tidak tergantikan. Setiap kali seorang anak berhasil membaca dengan lancar, setiap kali seorang murid berani berbicara di depan kelas, setiap kali mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi, itu adalah hadiah terbesar bagi Bu Rini.  

Menyalakan Harapan di Hati Anak-anak

Bu Rini tidak hanya mendidik, tetapi juga memberikan harapan. Ia menunjukkan bahwa ilmu bisa dibawa ke mana saja, bahkan ke tempat yang paling jauh sekalipun.  

Bagi anak-anak di SDN 2 Pematang Limau, Bu Rini bukan hanya seorang guru. Ia adalah inspirasi, sosok yang membuktikan bahwa perjuangan dan ketulusan bisa mengubah hidup banyak orang. Banyak di antara murid-muridnya yang mulai berani bercita-cita lebih tinggi. Mereka tidak lagi hanya berpikir untuk bekerja di kebun atau mengikuti jejak orang tua mereka. Kini, mereka ingin menjadi dokter, guru, insinyur, atau bahkan tentara. Mungkin bagi sebagian orang itu terdengar seperti mimpi yang terlalu tinggi. Tetapi bagi Bu Rini, tidak ada mimpi yang terlalu besar. Yang ada hanyalah usaha yang harus terus dilakukan untuk mencapainya.  

Setiap orang yang mengenal Bu Rini pasti tahu bahwa ia adalah sosok yang luar biasa. Tidak hanya di mata murid-muridnya, tetapi juga di mata rekan-rekan guru, orang tua murid, dan masyarakat sekitar. Ia adalah bukti nyata bahwa seorang guru tidak hanya bekerja di dalam kelas, tetapi juga berjuang di luar kelas untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak mereka atas pendidikan.  

Pengorbanan Bu Rini mungkin tidak selalu mendapatkan sorotan. Tidak ada panggung besar yang memberinya penghargaan, tidak ada publikasi luas yang menceritakan kisahnya. Namun, jejaknya ada di hati setiap murid yang pernah diajarinya.  

Bu Rini adalah cahaya di ujung perjalanan, yang sinarnya akan terus menyala, tidak hanya untuk murid-muridnya saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.  

Terima kasih, Bu Rini. Untuk setiap kilometer yang telah ditempuh, untuk setiap tetes keringat yang telah jatuh, dan untuk setiap mimpi yang telah dinyalakan. Pendidikan di UPT Tanggul Harapan lebih berarti karena kehadiranmu.


Cerita Lainnya

Lihat Semua