Kelas Inspirasi Sore di Desa Meoain
Oleh: MuhammadSholihuddin,

“Beta pung cita-cita jadi anggota DPR (saya punya cita-cita menjadi anggota DPR)” jawab salah satu peserta Kelas Insirasi Sore itu. “waw... keren”, Respon saya. “untuk memberikan apresiasi, mari kita berikan tepuk segi tiga buat Marlin” (anak yang dengan lantang mengutarakan impiannya di depan teman sebayanya).

Jum’at 25 September 2015 menjadi sejarah tersendiri bagi anak-anak di desa Meoain Kecamatan Rote Barat Daya. Karena hari ini kami mendapatkan inspirasi dari dua kakak cantik nan luar biasa, inspirasi sore ini diawali pemanasan menggunakan gerakan dan nyanyian untuk menyamakan frekuensi dan semangat yang biasa kami kenal dengan nyanyian “Trek Jing, Trek Jing” kemudian dilanjutkan dengan perkenalan menggunakan media puzzle card dan menyusun puzzle secara berkelompok untuk menguji kekompakan. Acara inti kelas inspirasi sore ini adalah berbagi mimpi dan memotivasi anak-anak untuk berani bermimpi dan menjaga mimpinya.

Ada 8 anak yang bersedia berbagi impian dan menjelaskan mimpinya di depan teman-temannya. Selain Marlin yang ingin menjadi anggota DPR, 7 anak dari 45 peserta yang berani mengutarakan mimpi-mimpinya, diantara mimpi mereka 4 anak ingin menjadi guru, sisanya ingin menjadi POLWAN, tentara dan pendeta.

Impian anak-anak di desa Meoain Rote Barat Daya ini terekam saat kegiatan Kelas Inpirasi Sore yang bertempat di Gereja, kegiatan ini diinisiasi oleh kak Tessa Dian Edmira dan kak Theresia Pattula yang keduanya adalah anggota anggota Komunitas Pencinta Indonesia Timur, dan Asosiasi Fotografi Indonesia. Sedangkan saya dan teman-teman Pengajar Muda lainnya hanya menjejaringkan dengan pemuda di desa itu. Tujuan kedua kakak ini datang ke Rote selain untuk mengunjungi daerah di Nusa Tenggara Timur guna mempromosikan daerah Indonesia Timur juga turut membantu memajukan pendidikan di daerah-daerah termasuk Rote dengan cara berbagi inspirasi dengan anak-anak di daerah tujuan. Kecintaan akan alam Indonesia juga kecintaan pada anak-anak di pelosok negeri membuatnya rela meninggalkan rutinitas untuk berbagi dengan anak-anak di pulau ini.

Kak Tessa bekerja di Intesa Sanpaolo SpA, bank terbesar kedua di Italia. Sedangkan kak Theresia Pattula bekerja di Conoco Philips, Migas dari US. Meskipun kedua kakak ini sibuk bekerja namun keinginan untuk berbagi dan menginspirasi adik-adik yang ada di Rote. Hal yang dibagikan kakak ini selain pengalaman hidup juga semangat agar adik-adik disini tetap semangat belajar dan memprioritaskan pendidikan mereka.

Catatan penting yang bisa saya dapat dari kegiatan ini adalah sesibuk apapun kita, selagi ada kemauan untuk berbagi dan menginspirasi maka kesibukan itu bukanlah alasan untuk menghentikan gerak langkah kita berbagi ilmu dan pengalaman di Indonesia karena kehadiran kita di sini adalah suatu bentuk kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan itu sendiri. Satu hal lagi, Kak Tessa dan Theresia adalah  dua dari ribuan orang bahkan jutaan orang yang peduli akan kemajuan pendidikan di Indonesia, hari ini saya banyak belajar dan menemukan orang-orang yang peduli akan pendidikan di pulau ini, saya yakin masih banyak orang-orang di luar sana yang turut bergerak dan berjuang memajukan pendidikan di Indonesia.

Terima kasih inspirasi sorenya, semoga lain kesempatan kakak bisa kembali ke Rote dan kakak bisa menularkan ke banyak orang untuk peduli akan pendidikan di Rote khususnya dan Indonesia pada umumnya. Selain itu apapun mimpi anak-anak kami di sini itu hal yang sangat luar biasa yang patut kita doakan dan apresiasi semoga kelak tewujud


Cerita Terbaru
Cerita menarik lain dari Pengajar Muda

Hari Turunnya Al Qur'an di Desaku, Kuala Baru, Aceh Singkil

Bab 2 : Ngelong

Bab 1 : Ibu Guru Baru

Prolog : Bumi Silampari

Merica dan Pendidikan Lalomerui

Seluruh Cerita

Lihat seluruh cerita Pengajar Muda

Ikut Iuran