Lentera Penerang
Mohammad Aqim Askhabi | 26 April 2017

Jam telah menunjukan pukul 23.00, itu artinya listrik di kampung ini akan segera padam. Seperti biasa bapak bersiap menggendong adek yg terlelap didepan tv menuju kamar. Sambil berlalu, Tak lupa ibu menyalakan pelita kecil disamping kamar. Pelita dari bekas kaleng susu yg menjadi satu-satunya Penerang ketika listrik benar-benar padam. Pelita yang setia menemaniku ketika terbangun ditengah malam. Dan juga Pelita yang memberiku banyak inspirasi ketika fikiran kusut bak benang salah rajutan.

Ya, pelita penerang dikegelapan ini kadang selalu berhasil membuatku termenung, berfikir dan terus berfikir tentang banyak hal. Sekaligus membantu menemukan banyak ide-ide akan setiap pertanyaan yg tiba-tiba hinggap ditengah malam. Entah itu tentang media ajar satu minggu kedepan, atau apa yang sudah kuperbuat beberapa hari belakangan, impact pada orang sekitar, serta evaluasinya kedepan. kadang juga sontak fikiran melayang ke surabaya, kontrakan, nganjuk, rumah, dosen, guru, teman, sodara dll, dan berbagai 'kenangan' yg muncul bergantian. Hal ini kadang membuat mata tak kunjung terpejam bahkan hingga adzan subuh berkumandang.

Anehnya ditengah lentera yang temaram ini justru jari-jari tangan ini mendapat energi tambahan, sehingga lebih kuat dan sigap memegang gadged lalu mebuka google keep dan memencet keyboard untuk menuliskan berbagai hal, mulai agenda mingguan, hingga semua cerita. entah cerita panjang, pendek, cerita penting atau cerita asal-asalan. Yah singkat kata, Di tengah cahaya lentera temaram inilah semua itu dengan mulus dan mengalir dapat di kerjakan tanpa beban.

Banyak orang menamainya "me time". Ya kutemukan "me time" itu di tengah cahaya temaram, tanpa jaringan, tanpa internet, tanpa ributnya notif media sosial, serta ributnya berita di telvisi swasta maupun nasional. Lalu apa yg kurasakan? Hmm, betapa tenang dan bahagianya kawan, karena dg mudah dapat mengistirahatkan badan, merenungkan berbagai hal serta merencanakan banyak hal. Tanpa kebisingan.

Kamu yang sering sumpek karena insomnia, daripada stalking orang mungkinĀ  bisa mencobanya juga kawan. Sejenak coba matikan lampu, ambil gadged lalu pencet mode airplane, dan nikmatilah panjangnya malam dengan merenungkan apa saja yang telah kau perbuat dan yang akan kau perbuat esok lusa atau sepuluh tahun kedepan.

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran