Lihatlah Lebih Dekat
Mohamad Nurreza Rachman | 15 October 2016

" Pergilah sedih, pergilah resah jauhkan lah aku dari salah prasangka  

Pergilah gundah, jauhkan resah lihat segalanya lebih dekat dan aku bisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar, lihat segalanya lebih

dekat dan kau pun akan mengerti."

 

 

Mendengar lagu sherina diatas sepertinya telah membenarkan banyak hal yang aku temui sejauh aku hidup di Desa Penempatanku tinggal saat ini.

Pertama, inilah negeri Maluku Barat Daya, bagian dari Indonesia yang mungkin aku tidak pernah mendengar dan mengetahuinya jika aku tidak melihatnya lebih dekat. Kabupaten yang jika dilihat dari dalam peta hanya terlihat rangkaian titik-titik gugusan pulau yang menjadi garda terdepan tenggara Indonesia di perbatasan Timor Leste dan Australia.

 

Kedua, tidak bisa dipungkiri jika mindset orang-orang yang hidup di jakarta atau kota besar kebanyakan menganggap orang-orang dari timur (Papua, Maluku) memiliki sikap keras, muka sangar, yaa cocok dalam semua kriteria perawakan seorang penjahat. Namun setelah disini aku melihat lebih dekat, rasanya pikiran begitu hanya prasangka negative saja, yang aku tau disini mereka memiliki senyum yang manis, rasa toleransi yang sangat tinggi apalagi dalam menghargai perbedaan agama, serta kehangatan mereka dalam menerima aku hidup bersamanya.

 

Ketiga, berbicara masalah pendidikan disini terasa sekali bagaimana pemerataan kualitas pendidikan itu masih belum terwujud. Dengan melihat lebih dekat, aku jadi tahu tantangan-tantangan dari rekan sesama guru mulai dari penghasilan yang seadanya sehingga memaksa mereka mencari pekerjaan sampingan lainnya umtuk memenuhi kehidupannya, tuntutan kelengkapan administrasi pembelajaran yang sulit untuk dilengkapi karena keterbatasan sarana yang ada hingga pemahaman dan penerapan Kurikulum 13 yang masih nihil. Selain itu ada juga paradigma orang tua disini yang menyekolahkan anaknya hanya bertujuan untuk menjadikan mereka PNS kelak. Namun dari sejuta tantangan yang mereka hadapi disini, aku masih melihat guru-guru dan orang tua terus bekerja dengan kerendahan hatinya, bahkan sejatinya mereka tidak punya waktu lagi untuk sekedar mengeluh atau menunjukan jika mereka perlu apresiasi untuk terus bekerja. Mereka layak dikatakan sebagai pejuang dan aku percaya mereka hanya butuh perhatian serta arahan untuk dapat membuka lebih banyak lagi pengetahuan dari semangat yang sudah dimiliki agar pendidikan yang berkualitas bisa dihadirkan untuk anak-anak mereka.

 

Keempat, disini aku banyak bertemu dan belajar dari pengalaman hebat orang-orang yang aku temui sejauh ini, dari cerita Bapak Camat dan seorang rekan Guru SD penempatanku dalam menyikapi polemik isu pertambangan di pulau Romang, beliau mengajarkan untuk tidak cepat menyimpulkan perkara yang terjadi disini dengan hanya menilai dari berita di internet yang aku dapat tentang isu pertambangan pulau romang atau cerita "katanya-katanya" yang kita dapatkan dari orang lain. Tapi lihatlah lebih dekat, datang dan langsung lihat kondisi yang sesungguhnya, karena tidak semua yang kalian tahu tanpa melihatnya lebih dekat itu benar.

 

Bukankah konsep lihatlah lebih dekat ini juga mirip seperti strategi blusukan beberapa pimpinan daerah kita yang konon sukses dicintai rakyatnya karena paham masalah yang sesungguhnya dan dapat mendekatkan mereka dengan masyarakatnya? Terlepas dari kepentingan politik, aku yakin disana pasti akan timbul perasaan empati yang berasal dari hati, sehingga saat kita membuat suatu keputusan kita tidak gegabah dengan hanya berpikiran logis dan egois, namun ada hati nurani yang hadir dari rasa yang dirasakan. Pelajaran ini juga mungkin yang dimaksud Indonesia Mengajar melalui istilah ”Grassroot Understanding-nya” yang diharapakan dimiliki oleh para Pengajar Muda yang sedang berjuang di lokasi penempatannya masing-masing.

 

Jadi kawan, yuk jangan terlalu cepat untuk berprasangka ketika menghadapi suatu permasalahan, tapi lihatlah lebih dekat sehingga kau akan menilai itu dengan lebih bijaksana…

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran