Doa dan kebaikan
Mohamad Nurreza Rachman | 27 May 2017

"..... kami juga berdoa yaa Tuhan, kepada bapak terkasih kami, bapak resa. Berkatilah kehidupan beliau Dalam setiap tugas dan tanggung jawabnya yang hidup ditengah-tengah kami. Beliau ada bersama kami dalam kehidupan suka cita disini, jaga dan lindungilah beliau beserta keluarganya di jakarta dengan kasih dan karunia-Mu yaa Bapak....."

.

Begitulah kurang lebih kutipan doa syafaat yang selalu ku dengar selama ini disini. Bukan hanya dilakukan di sekolah atau saat ada ibadah-ibadah umum seperti kunci bulan atau buka/tutup usbu, tetapi pada kegiatan-kegiatan keagamaan rutin di gereja, pendeta atau para majelis tidak pernah luput mengucapkan doa tersebut. .

.

Disini aku hidup di tengah-tengah lingkungan masyarakat penganut "Gereja Protestan Maluku (GPM)" yang sangat taat dalam beribadah. Kalo diperhatikan, kehidupan para masyarakat disini cuma ada untuk kerja dan ibadah. Aku menjadi satu-satunya warga yang memiliki keyakinan berbeda dengan mereka disini. Tetapi perbedaan itu tidak menyurutkan rasa hormat dan menghargai mereka dalam menerimaku. .

.

Sebagai contoh dalam setiap acara yang menyediakan makanan besar untuk disantap, mereka selalu memisahkan meja khusus bagiku mengingat adanya beberapa makanan yang biasa masyarakat disini makan seperti babi, anjing atau kusu (kus-kus) yang tidak dapat aku konsumsi. .

.

Mendengar doa-doa itu setiap saat dan melihat sikap-sikap yang mereka tunjukan kepadaku, rasanya aku semakin bersyukur akan banyaknya doa dan perbuatan baik yang aku terima dalam kehidupanku 1 tahun disini.

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran