Panggil kami 'Jawara Lebak'
Oleh: Medha Ardiana Gustantinar,

Halo Indonesia, halo pejuang? Mantari belum berhenti bersinar bukan? Dan tentu saja harapan itu masih ada. Mari meng’kristalkan‘ sebanyak mungkin semangat itu, jangan sampai meleleh dan hilang. Untuk mewujudkan sebuah harapan yang lebih baik, untuk Indonesia. Salam kenal semuanya, perkenalkan namaku Medha. Kata ‘medha’ berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang memiliki arti arif, cerdas dan bijaksana. Nama ini dipilih juga karena harapan, harapan orangtua tersayang untuk melihat anaknya menjadi seorang yang arif, cerdas dan bijaksana. Dan aku tidak pernah berhenti untuk mewujudkan itu, salah satu jalannya dengan ‘mengasingkan’ diri disini. Sungguh pengasingan diri yang indah. Saat ini, aku bersama kelima teman -luar biasa gila- ku (Main, Ida, Tuti, Eko, Aji) diberi kehormatan yang sangat luar biasa untuk mengabdikan diri mengajar sekolah dasar selama 1 tahun (boleh nambah gak yaa?? :D) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kami berenam menyebut diri kami sebagai ‘Jawara Lebak’.

Jawara Lebak

Jawara Lebak drai kiri-kanan: Eko-Tuti-Ida-Medha-Main-Aji

Jawara adalah sebutan untuk seseorang yang snagat kuat di Provinsi Banten pada umumnya. Seseorang bisa disebut sebagai jawara ketika sudah melewati serangkaian kompetisi kesaktian melawan calon jawara yang lain. Dari definisi ini, aku berharap kami berenam akan kuat layaknya seorang jawara. Namun bukan kuat dalam hal kesaktian, namun kuat dalam karakter diri yang bersifat positif, kuat menerima sesulit apapun tantangan, kuat untuk selalu melangkah menuju ‘kecerahan’ tanpa berfikir sedikitpun untuk diam apalagi mundur, kuat untuk mewujudkan harapan. Dan kekuatan InsyaAlloh itu akan terbentuk secara alami, dengan segala hal luar biasa yang akan terjadi setahun kedepan. Alhamdulillah.... bismillah... Untuk itu, mohon dukungan dan doanya yaaa. Kami siap menjalani setahun ini dengan ‘kristalisasi’ semangat kami, dengan penuh kebahagiaan mengabdi untuk mewujudkan harapan menjadi lebih baik. 9 Juli 2011 Medha Ardiana Gustantinar

Cerita Terbaru
Cerita menarik lain dari Pengajar Muda

Hari Turunnya Al Qur'an di Desaku, Kuala Baru, Aceh Singkil

Bab 2 : Ngelong

Bab 1 : Ibu Guru Baru

Prolog : Bumi Silampari

Merica dan Pendidikan Lalomerui

Seluruh Cerita

Lihat seluruh cerita Pengajar Muda

Ikut Iuran