Feb
26

Guruku Karya : Idad Teodise Mamadoa Buat : Enci Furi :)

Guruku engkau bagaikan burung yang berkilau

Indah bulumu, merdu suaramu

Engkau memberikan kami ilmu Begitu tulus pemberian

Dan kamipun menerima dengan senang hati

Namun menantikan kepergianmu bagaikan menantikan neraka

Makan tak habis minum pun tak habis

Badanku panas- tak panas

Dan dingin tak dingin

Rasanya badanku ingin meledak

Namun apa boleh buat

Mataku basah selalu seperti hujan terus menerur

Namun aku kan berharap matahari akan bersinar lagi

**** Berawal dari berita cutiku yang di dengar muridku. Ada yang menyangka saya akan pulang tidak kembali, hingg ada muridku yang bernama Idad, malam-malam ke rumah, matanya merah sembab.. Menangis dan memelukku, meminta janji supaya aku kembali ke pulau ini :) Haru. Encik sayang idad :)

0 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!