LATIHAN OLIMPIADE NASIONAL BERSAMA DENGAN ANAK-ANAK LUAR BIASA!
Fatia Qanitat | 21 April 2011

20/02/2011

Ini adalah kegiatan tambahan saya di siang hari. Selama satu setengah bulan yang akan datang, saya bersama dengan tiga orang PM di kecamatan Bantan ini (Tika, Nanda dan Intan), nantinya akan melatih siswa-siswa yang menjadi wakil kecamatan untuk dibawa pada pertandingan olimpiade kabupaten bulan april mendatang. Rasanya lucu juga, karena jujur saja, selama saya bersekolah, walaupun saya bisa digolongkan hampir selalu mendapat ranking di kelas, tapi sekalipun saya tidak pernah ikut serta dalam sesuatu yang sekeren olimpiade ini. Dan tiba-tiba, sekarang saya dilantik menjadi pelatih olimpiade!?!

Ini mejadi prestasi luar biasa! Di mana-mana, pelatih bulu tangkis biasanya adalah mantan atlet bulu tangkis. Begitu juga petaih dalam bidang lainnya, hampir selalu dipilih orang yang paling berpengalaman di bidangnya. Lalu saya? Awalnya merasa kurang percaya diri, tapi yahhhh mau bagaimana lagi. Orang-orang di sekitar teralalu menganggap saya mempunyai kemampuan segudang, sehingga tidak ada peluang bagi saya untuk melakukan sebuah penolakan karena kurangnya kompetensi. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Anggap saja saya memang seorang dengan kemampuan segudang dan mempunyai kemampuan luar biasa! Yap, saya pasti bisa!^_^

Belajar. Tentu harus belajar. Kalau melatih olimpiade bidang matematika, alhamdulillah saya masih dibilang cukup mampu. Tapi....kalau sudah harus melatih olimpiade bidang IPA, haduuuuuuhhhh.... Nilai rapor saya untuk pelajaran ini bisa dibilang biasa, sangat biasa. Walaupun tidak berwarna merah, tapi jauh lah untuk memenuhi kriteria seorang pelatih olimpiade, terutama bidang fisika, astagfirullah...

Oya, walaupun ini peltihan olimpiade untuk tingkat SD, jangan kalian kira soalnya menjadi mudah. Untuk pelajaran IPA sd yang normal saja, saya beberapa kali sempat keteteran. Nah, bagaimana untuk sebuah olimpiade yang soal-soalnya sudah menjamah pelajaran tingkat SMA! Betul lho, siswa-siswa ini sudah mempelajari pelajaran SMA. Perhitungan-perhitungan gaya dengan satuan Newton, hukum-hukum archimedes, hukum kepler I, II, III, jaringan dengan bermacam-macam nama yang luar biasa susahnya, trus ada tulang sanggurdi.....apa ituuuuuuu....saya yang sudah melewati jenjang SMA saja kewalahan, apalagi mereka? Berapa besar sebenarnya kapasitas otak anak-anak luar biasa ini?

Jadilah saya tiap malam sebelum melakukan pelatihan melakukan pembekalan dengan banyak-banyak membaca. Jangan sampai saya menjadi penyebab kesalahpahaman dari siswa-siswa ini nantinya. Lucu juga kalau mereka bertanya dan saya tidak bisa menjawab, walaupun kejadian ini pernah terjadi. Ya saya bilang, “nanti ya coba ibu cari tahu lagi,” saat Tiara bertanya mengapa waktu gerhana matahari lebih cepat daripada gerhana bulan? Errrrr, apakah kalian tahu jawabannya? Dengan pencarian lebih lanjut, akhirnya pertanyaan itu bisa terjawab. Jadi kenapa ya? Hehehe

Kami berlatih seminggu dua kali, setiap hari senin dan kamis, siang hari, bertempat di bantan tengah. Saya perlu melakukan perjalanan setengah jam untuk sampai di tempat pelatihan. Kadang muncul keluhan, karena cape di jalan. Setengah jam di sini jauh lo....hehehe.....tapi tetap semangat!!!

Dengan melatih mereka, saya merasakan kemajuan pesat dalam diri saya. Subhanallah, saya baru paham sekarang bagaimana terjadinya pasang surut air laut. Saya baru mengerti tentang apa yang disebut dengan induksi elektromagnetik. Dan masih banyak hal lainnya. Padahal pelajaran ini sudah lewat bertahun-tahun lalu, dan baru saya pahami sekarang. Seandainya saya sudah paham sejak dulu, tentu nilai-nilai IPA saya jauh lebih baik. Saya jadi berpikir, “Ko dulu saya tidak paham-paham ya?” *mulai garuk-garuk kepala.

Hampir saja lupa. Saya belum menceritakan siapa saja anak-anak luar biasa ini. Total mereka ada empat orang. Dua orang mewakili bidang matematika, dan dua orang lainnya mewakili pelajaran IPA. Untuk matematika, pertama adalah Mawardi dan kedua adalah Nila. Mereka berdua sama-sama kelas lima, dan berasal dari sd yang berbeda. Sementara wakil dari bidang IPA yang pertama adalah Syaibatul Hamdi kelas lima dan satu lagi adalah Dian Tiara yang masih kelas empat. Mereka berdua berasal dari sd yang sama.

Syaibatul yang biasa kami panggil Uul adalah anak dari sepasang suami istri yang dua-duanya mengajar IPA. Alhasil, saat penyisihan tingkat kecamatan, dia mendapatkan nilai yang nyaris sempurna. Terhadap anak inilah hati saya merasa kebat-kebit karena jiper sebelum berperang. Anak yang satu ini benar-benar pintar. Ditambah lagi dengan kepadatan kegiatan lainnya, membuat saya semakin salut dan mengangkat topi untuknya. Anak yang satu ini adalah seorang pembaca al-qur’an, atau bisa dibilang qori terbaik kedua tingkat provinsi, wiiihhh luar biasa bukan. Saat mendengar dia mengaji, saya merindinggg.... walaupun begitu, kekaguman saya dengan siswa yang lainnya tidak kalah besar. Saya sangat berharap kepada mereka.

Tanpa mereka maju ke tingkat kabupaten saja, mereka sudah membuat saya terkagum-kagum. Begitu besar harapan saya. Melihat mereka yang begitu luar biasa membuat saya senantiasa mengandai-andai, membayangkan bagaimana perjalanan kehidupan mereka sepuluh tahun, dua puluh tahun mendatang? Semoga menjadi kebanggan orang tua, keluarga, desa, kabupaten, provinsi, bahkan negara ini. Menjadi apapun mereka nantinya, satu hal yang paling penting, semoga mereka menjadi sesorang yang bangga pada diri mereka sendiri.
Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran