Ilham, Fans Berat Indonesia
Erma Purwantini | 04 May 2012

Minggu ke-4 sudah di depan mata. Setelah 3 minggu sebelumnya secara berturut aku masuk di kelas 1A, 1B dan kelas 2. Alhamdulillah, kedatanganku diberikan sambutan yang menyenangkan dengan aku diberikan jadwal mingguan dengan menjadi wali kelas di setiap kelasnya. “Agar Ibu bisa mengenal semua siswa di sekolah ini” begitu kata Ibu Kepala Sekolah saat awal pemberian amanah ku di sekolah.

Saatnya menjadi wali kelas 3.

Dua puluh satu siswa yang datang dari pagi, yang masuknya pada siang hari. Mereka bersiap-siap masuk di ruang kelas yang tidak dipakai lagi. Jumlah 4 ruang kelas tidak mampu menampung banyaknya siswa yang terdiri 8 rombel (rombongan belajar). Tak heran jika kelas 4 dan 5 belajar dalam satu ruang kelas yang diberi sekat papan untuk membatasi pandangan mereka agar tak berpaling ke guru kelas sebelahnya yang sedang menerangkan.

Pukul 10.00 seusai kelas 1B pulang, bergegas pasukan kelas 3 mengambil tempat dan sesegera “duduk siap, tangan dilipat di atas meja, berdoa mulai!”saat guru di kelas sebelah sibuk menerangkan pelajaran selanjutnya, suara anak kelas 3 memecah suasana. Surat Al Fatihah dan doa mohon ditambahkan ilmu mengawali kelas hari ini. hari pertama memasuki kelas mereka, tentunya aku akan segera menyelami pikiran yang menyala-nyala. Raut wajah mereka tak bisa dibohongi, penuh dengan tanda tanya. Mau mengajar apakah hari ini Ibu Erma?

“Tulislah mimpi dan cita-cita kalian di selembar kertas yang ibu bagikan!”

Belum perkenalan atau basa-basi, aku sudah membuat mereka tertunduk tenang memegang pena dan menorehkan tintanya.

Berbagai mimpi dan cita-cita mewarnai angan-angan mereka. mulai dari menjadi guru, ustadz, hingga dokter bahkan pemain bola. Perhatianku tertuju pada sosok murid laki-laki yang tenang dan cenderung diam ini. Ia tampak khusyuk memainkan jarinya mengukir tinta pada selembar kertas di atas meja. Tak lama, ia mengumpulkan dengan simpul senyumnya.

“Bangga menjadi Anak Indonesia” itu judulnya. Tentu penasaran apa isinya, bukan?

***

“Bangga menjadi Anak Indonesia”

“Saya sagat bangga menjadi anak karena ingin saya seperti gunzales atau menjadi Babang Pamukas. Saya sangat senang anak Indonesia karena dia ada keyaan yang pertama ada kekayaan laut seperti rumpak laut ikan ada yang lain-lainya. Saya ingin mengejar cita-cita saya mejadi tentara Indonesia karena Indonesia tempat tingga saya dari kecil ingin melihat lambang negara Indonesia. Dia ada banyak Pulau Sumatra Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Nusa Tenggara Bali dan Jawa karena itu saya bangga menjadi anak yang bisa belajar dan bermain. Saya Ilham saya sekolah Muara Medak saya ingin menjadi anak Indonesia yang berbakti kepada orangtua saya dan ibu guru saya yang telah menganjar saya sudah mengajar temen saya.”

(disalin dari tulisan asli tanpa mengubah ejaan dan huruf)

***

Bagaimana dengan aku?tentu lebih dan sangat bangga bertemu murid seperti Ilham yang punya mimpi untuk negaranya. Indonesia itu, aku, kamu dan murid-muridku

Dan bagaimana kamu mengungkapkan rasamu menjadi fans berat Indonesia??

-terdengar suara tayangan bola dari televisi-

Muara Medak

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran