My Alex
Bartolomeus Bagus Praba Kuncara | 25 November 2011

11 November 2011

“David karya tangan Michaelengelo adalah sebuah master piece,

Terlebih kita karya tangan Tuhan”

-Bartolomeus B-

His name is Alex, Irvan, Wem, and Hani

                Namanya Alex Melataun, dia ketua kelas. Mirip nama adik kelasku Gio Melantun. Saat pertama ketemu Alex, anak ini sama sekali tidak bisa baca dan tulis. Pikirku...kecerdasan apa yang dimiliki anak ini?. Tidak bisa baca, tidak bisa tulis, tapi bandelnya minta ampun. Suka berlari-lari dalam kelas. Menari-nari di atas meja dan melakukan tindakan-tindakan yang, kalau aku jadi anak kecil, itu nakal. Tapi... Alex yang sudah 2 kali tidak naik kelas, selalu dikata-katain bodoh oleh teman-temannya ketika selalu salah membaca. “Woii...ketua kelas pambodo”.. Wajah yang sedih saat dikata-katai temannya membuat siapapun pasti luluh.

                Macan sekolah ini hanya takluk ketika dikatai bodoh...

                Beberapa kali les malam, Alex tidak datang karena malu dengan teman-temannya...namun...

               

                Tiga bulan sejak pertemuan kami yang pertama. Anak-anakku belajar membaca, menulis, menghitung, dan menyanyi. Tak dinyana, waktu itu sedang pelajaran matematika tentang perkalian ratusan dan ribuan. Saat anak lain sedang kesulitan...Alex justru mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada berkali-kali...Senangnya hatiku. Anak ini memiliki kecerdasan angka dan gerak

 

                Irvan, dia keponakan salah satu guru. Anak ini tidak kalah bandelnya dengan Alex. Di kalangan anak-anak dia salah satu jagoan yang “Jangan macam-macam sama gue”. Sekali libas pasti nangis yang macam-macam dengannya. Anak ini juga sama sekali tidak bisa baca dan tulis, apalagi hitung.

                Tapi perkembangan selama 3 bulan ini membuat penghiburan tersendiri buatku. Setiap selesai mencatat, anak ini selalu menggambar di bukunya. Di awal-awal kuarahkan agar tidak menggambar ketika bapak menerangkan. Berkali-kali Irvan harus diingatkan. Hingga les sore ini...

Woww....gambar anakku ternyata bagus-bagus. Anak ini menggambar speed boat, arah mata angin, perahu, helikopter dll. Anak ini ternyata punya kecerdasan seni yang baik.....

 

 

                Wem Laulu...dia bukan anak murid kelas 4, kelas aku mengajar. Dia anak kelas 3. Tapi sejak awal aku datang anak ini selalu tersenyum dengan senyum khas anak-anak J. Menyenangkan. Biasa kami belajar malam atau sekedar mendongeng bersama. Hari ini ada les dan beberapa anak-anak kelas 3 ikut. Ada 8 orang. Tepat pukul 4 sore dimulai dan selesai 5.30. Wem adalah murid terakhir yang selesai menulis apa yang kutugaskan.

                Anak-anak les menulis tentang alat-alat transportasi. Anak-anak yang lain sudah selesai semua. Wem ini luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaama sekali, sampai semua anak pulang. Tapi ternyata ada hal yang menarik sekali. Di balik lamanya Wem menulis, ternyata tulisannya sangat rapi dan bagus. Untuk ukuran teman-temannya yang tidak bisa baca tulis, apalagi kertas tempat menulis tidak ada garis bantu seperti di buku tulis biasa. Ternyata tulisannya lurus dan rapi....Wei...anakku ini ternyata punya motorik halus yang sudah terlatih hanya perlu dipertajam agar lebih cepat...

 

 

                Hani Walangitan...nama yang keren menurutku. Hari ini rabu, 12 oktober ada hal yang menarik yang membuat hati melambung. Seperti biasa, kelas kami berdoa sebelum dan sesudah kelas. Dulu mereka selalu berdoa dengan “Doa Bapa Kami”. Mau masuk kelas....Doa Bapa Kami, mau belajar....Doa Bapa Kami, mau ibadah.....Doa Bapa Kami, mau bubar kelas.....Doa Bapa Kami. Pokoknya Doa sapu jagat. Akhirnya kami belajar bersama berdoa dengan bahasa yang sederhana. Simple tapi langsung pada apa yang mereka harapkan. Nah....berbulan-bulan mereka sudah mulai belajar berdoa. Tapi hari ini, anakku Hani berdoa seperti ini..

 

“Tete manis sayang katong...katong sudah belajar dan mau pulang, lindungi katong di jalan. Tete manis tolong katong agar besok katong semua mandi par katong bisa belajar di sekolah...Tete manis sayang katong terima kasih, dalam nama Tuhan Yesus Amin....”

 

Artinya kira-kira begini...

 

“Bapa di Surga yang mengasihi kami...kami sudah belajar dan mau pulang sekolah, lindungi kami di jalan. Bapa di Surga tolong kami semua agar besok semua mandi agar bisa belajar dengan baik di sekolah..Bapa di surga yang mengasihi kami, terima kasih, dalam nama Tuhan Yesus Amin...”

 

Biasa sih....tapi

Di sekolah ini anak-anak sulit sekali disuruh mandi sebelum sekolah. Ada yang alasan malas, ada yang alasan dingin dan sebagainya. Anak-anak kelas 4 belakangan ini kuantar pulang ke rumah untuk mandi jika tidak mandi saat ditanya. Berkali-kali mereka seperti itu. Dalam hatiku percaya suatu waktu mereka akan terlatih dengan sendirinya....Tapi ga disangka, ternyata hal itu jadi perhatian Hani....Dia ngerti kalau kita mandi sebelum sekolah, pasti bisa lebih segar.....Ternyata,  benihnya mulai berkecambah.....

 

 

Asikkk kan....

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran