Bahagia Semua Terlibat
Oleh: Arumdari Nurgianti,
Cerita Pengajar Muda

“Bahagia itu sederhana...Ketika sedang lapar, tiba-tiba ada sepotong kue kelapa yang diberi teman dan bisa mengenyangkan”. Kalimat dari seorang inspirator yang tersenyum dan bersyukur disampingku. Kuresapi makna kalimat itu secara mendalam dan kuingat-ingat tiga hari didalam serangkaian kegiatan kelas inspirasi. Keterlibatan yang terlihat kecil, sedang atau bahkan besar membuat kami Kelas Inspirasi Bima 2 bahagia. Bahagia yang bermula dari sederhana menjadi luar biasa.

Kelas Inspirasi Bima tak hanya sekedar moment untuk mencapai kegiatan. Tapi mengajak semua pihak terlibat dengan tulus dan turut menyelami prosesnya itulah yang membuat semua orang bahagia. 

Bahagia ketika melihat relawan yang tulus memberikan waktu, tenaga untuk membuat serangkaian kegiatan yang sangat positif. Kami sebut Relawan Kelas Inspirasi Bima, merekalah yang membuat semua orang terlibat. Relawan ini mengajak Inspirator, sosok-sosok yang siap mengajar dan merelakan cuti satu hari dari pekerjaannya. Videographer dan Photographer yang sudah berpengalaman juga tersentuh untuk mendokumentasikan semangat anak Wera dan Ambalawi. Fasil yang setia mendampingi, semangat memahami prinsip dan tujuan kelas inspirasi dan menularkannya pada yang lain.

Awalnya aku mengira hanya orang-orang itu saja yang akan terlibat secara langsung di kelas inspirasi ini. Dan kejutannya ternyata tidak, banyak orang-orang yang tidak ku kira turut berkontribusi melalui hal kecil namun memberikan hasil.

Antusias masyarakat yang semula tidak mengira akan seramai ini. Semangat masyarakat sekitar yang tersenyum, tertawa gembira adalah kekuatan untuk para inspirator ketika mengajar. Terkesan remeh hanya dengan memberikan kegembiraan, tapi ternyata inspirator merasakan haru dan lebih semangat mengajar.

Alampun ikut menyapa kami, tiga hari di kecamatan yang termasuk pelosok Bima. Alam yang indah membuat kami semua yang terlibat di kegiatan kelas inspirasi semakin bersyukur dan merasakan kenyamanan bersama di antara gunung dan laut. Bahagia melihat alam yang memberikan pancarannya mengiringi kami untuk menginspirasi.

Pihak sekolah menyambut kami dengan gembira, menyediakan tempat untuk bermalam. Aura positif dan harapan pihak sekolah untuk anak didiknya akhirnya datang melalui sosok inspirator yang siap mengajar dan memberi secercah harapan akan mimpi anak bangsa.

Pelukan tangan-tangan mungil yang tak henti menghampiri membuat hati kami tersentuh. Mereka sangat bahagia, antusias diajak bermain, bertanya, bahkan menangis ketika merasa di acuhkan. Anak-anak yang polos, bersama mereka adalah cerita untuk para inspirator yang takkan terlupakan bahkan akan terus diceritakan.

Semua itu berasal dari hati, tidak ada kepentingan lain selain ketulusan. Tulus menginspirasi dan kontribusi, itulah yang terlihat selama tiga hari bersama kerumunan positif kelas inspirasi 2 Bima.

Semua terlibat, semua mendapat apresiasi. Setelah kegiatan berlangsung, semangat terlibat ternyata masih ada, saling mengapresiasi lewat media sosial, tulisan, dan ucapan itu tidak asing lagi, yang terpenting adalah melalui kegiatan kelas inspirasi ini kami memiliki kesepakatan dalam hati untuk terus menginspirasi dimanapun kami berada, menginspirasi lewat gerakan positif yang sedikit demi sedikit akan tumbuh dan memberikan hasilnya. Amin....

Cerita Terbaru
Cerita menarik lain dari Pengajar Muda

Merica dan Pendidikan Lalomerui

Anak-Anak dan Kotak Ajaib di Kepala Mereka

Mengarungi Jalan Asinua-Lalowata Malam Hari Karena Sepucuk Surat

D'Academy Asinua

Main di Sungai

Seluruh Cerita

Lihat seluruh cerita Pengajar Muda

Ikut Iuran