#12 namanya SMANda Skayu
Agung Cahya Nugraha | 01 February 2013

Siang ini kami Pengajar Muda (PM) Muba berkunjung ke SMAN 2 (Smanda) Sekayu, SMA percontohan kab. Muba di Sekayu.  

Kami berkunjung ke Smanda dalam rangkaian acara Roadshow Perguruan Tinggi Negeri ke SMA di Skayu, Lalan dan Bayung Lincir. Sebelum sampai di Sekayu kami telah duluan berkunjung ke SMA Bintang Pratama, Smanda dan Smansa Lalan juga SMAN1 dan SMKN1 Bayung. Hari ini paginya bahkan kami sempat main ke SMKN 1 dan SMAN 3 Sekayu.  

Pertama kali melangkah  ke dalam gedung Smanda, saya hampir sepanjang waktu menganga saking kagumnya. Seumur-umur baru kali ini saya masuk ke sekolah semewah ini. Bahkan SMAN 5 Bogor saya, salah satu SMA terbaik di Bogor yang langganan PMDK IPB itu masih kalah-kalah-kalah bagus dengan Smanda ini.  

Yang terbengong-bengong ternyata bukan cuma saya, tapi juga PM Muba yang lain; Adji, Fini dan Tias. Soalnya SMA-SMA sebelumnya yang kami kunjungi benar-benar jauh keadaannya dari sekolah ini, baik jumlah muridnya maupun fasilitasnya (juga antusiasmenya).  

Dan kagum ini makin bertambah saat melihat sambutan dari anak-anak, juga guru di sini. Mereka menggunakan bahasa inggris hampir sepanjang waktu, bahkan ketika gurunya menyuruh siswa untuk berpindah tempat duduk saja pake bahasa inggris. Weew! Jujur saya langsung jiper. Uda lama banget soalnya saya ngga pake bahasa inggris (walau dulu pernah sebulan di Pare) dan siswanya langsung pindah (itu artinya siswanya mengerti instruksi bahasa inggris tadi), subhanallah.  

Dengan agak terbata-bata dan menguras semua vocab saya yang tersisa, saya beranikan diri untuk menyapa dalam bahasa inggris juga—malu men, saya kan udah sarjana, masa kalah sama anak SMA—tapi saya harus akui, anak-anak sini bahasa inggrisnya jempol banget (saya kalaaaah).  

Antusiasme juga fokus yang mereka tunjukan saat kami menyampaikan materi—mereka anak ini kota lho dan, saya fikir, mereka sama sekali tidak kekurangan informasi mengenai PTN, jadi sebenernya mereka ngga butuh lagi info dari kami, tapi anak-anak ini benar-benar mendengarkan dan menyerap semua apa yang kami sampaikan.  

Dari sini saya tahu bahwa, bukan hanya fasilitasnya saja yang super lengkap, tapi semua elemen sekolah ini; dari guru berkualitas dan sangat ingin anaknya cerdas, sekolah yang menyediakan fasilitas dan sistem asrama yang sangat kondusif untuk mereka belajar dan siswanya itu sendiri yang sangat termotivasi untuk maju, membentuk sebuah kesatuan pendidikan yang sangat menakjubkan dan excellent.  

Sepanjang seminggu ini kami keliling SMA-SMA, baru di Smanda lah kami mendapatkan experience yang paling manis, keramahannya, perhatian dan yang paling terasa tentu saja antusiasmenya anak-anak dan guru, bahkan kepala sekolah.  

Saya masih saja kagum pada sekolah ini, bahkan saat tulisan ini di buat. Saya bahkan sampai dibuat menyesal kenapa dulu saya tidak dilahirkan di Sekayu dan berkesempatan untuk mengecap pendidikan di sekolah keren ini.  

Setelah kunjungan dari sekolah hebat ini saya merasa sedih. Sangat sedih. Kenapa   anak-anak saya di desa tidak bisa menjangkau sekolah yang memiliki kualitas sebaik ini. Kenapa hanya ada satu sekolah yang sehebat ini di kabupaten Muba yang kaya ini.  

Di desa saya hanya ada SD, dan SMP. SMA terdekat masih puluhan kilometer jaraknya, akibatnya banyak yang tidak melanjutakan (kebanyakan bantu bapaknya bergawe dan nikah). Dan alasan mereka tidak melanjutkan bukan karena mereka tidak mau, bukan mereka tidak pintar, tapi karena mereka tidak mampu dari sisi dana.  

Saya membayangkan, kalau saja semua anak indonesia berkesempatan untuk bersekolah di sekolah yang sebaik ini; dengan english as daily language, asrama, high quality teacher, good school facilities and excellent schedule, Indonesia tidak butuh waktu lama untuk bangkit menjadi negara yang maju.    

Terimakasih Smanda     

http://agungcahyan.blogspot.com

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran