Saat Rasa Penasaran Jadi Bagian Dari Proses Belajar: Cerita Bu Masnah yang Mengajar Agama Dengan Problem Based Learning
29 April 2026Dalam pendidikan, guru menjadi salah satu aktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak. Guru adalah sosok berjasa yang memberikan pengetahuan kepada para siswa agar mereka bisa belajar hal-hal baru dan mengembangkan karakter diri mereka. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas mengajar bagi para guru dapat menjadi upaya untuk menciptakan ruang belajar yang positif bagi para siswa.
Bu Masnah, guru Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Buntulia, Kab. Pohuwato, Prov. Gorontalo, melihat bahwa metode mengajar dengan pendekatan satu arah membuat partisipasi siswa di kelas belum sepenuhnya terlihat. Namun, ini menjadi kesempatan untuk Bu Masnah bereksplorasi metode mengajar yang baru.
Dengan didampingi Fira Pengajar Merdeka Puhowato─Kolaborasi Indonesia Mengajar dengan Merdeka Copper Gold─Bu Masnah mencoba menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) menggunakan teknik Problem Based Learning yaitu metode pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kelas yang aktif.
Rasa ragu, proses penyesuaian, dan kurangnya referensi dalam perancangan RPP menjadi tantangan yang dialami oleh Bu Masnah dan PMP. Namun, tantangan ini tidak menghambat semangat Bu Masnah dalam memberikan pembelajaran bagi para siswa. Setelah dirancang bersama-sama, teknik ini diterapkan di kelas dan perlahan menunjukkan perubahan yang positif di kalangan siswa.
Para siswa mulai merasakan keseruan dalam proses belajar yang mengasah kemampuan penalaran dan analisis mereka. Diskusi kelompok yang dirancang membuat siswa merasa memiliki tanggung jawab atas solusi yang mereka cari. Selama berdiskusi, para siswa mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis dan memiliki ketahanan fokus yang tinggi. Melalui teknik ini, para siswa tidak sekedar menghafal materi tapi memiliki pemahaman yang lebih mendalam
Perubahan tidak hanya terjadi di kalangan siswa, Bu Masnah sendiri merasakan dampak nyatanya. Tidak hanya berperan sebagai pengajar, tapi juga berperan sebagai fasilitator yang aktif, responsif, dan peka terhadap kebutuhan belajar siswa di kelas. Bu Masnah juga merasakan suasana kelas yang lebih hidup setelah menerapkan metode mengajar seperti ini.
Pengalaman Bu Masnah menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba hal baru sering kali menjadi pintu pembuka bagi dampak positif yang jauh lebih luas. Tentu saja, apa yang dicapai bukanlah hasil kerja satu orang semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak yang saling mendukung.
Pengalaman ini juga memperlihatkan bahwa siswa tidak hanya memiliki wadah untuk menerima pengetahuan di ruang kelas, tapi mereka juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memberikan partisipasi mereka dalam menggali ilmu pengetahuan. Guru punya peran untuk memberikan ilmu, siswa punya peran untuk menerima ilmu dan berpartisipasi. Kita semua punya peran untuk bekerjasama menciptakan dampak positif bagi pendidikan.
Kabar Lainnya
Ikut Terlibat
Ikut Iuran Publik
Bermitra dengan Kami
Jadi Pengajar Muda
Pintasan
Korps Pengajar Muda
Cerita Pengajar Muda