Perkuat Ekosistem Pendidikan Daerah, Indonesia Mengajar Terjunkan Pengajar Muda Angkatan 28

24 September 2026

JAKARTA, 18 September 2026 – Yayasan Indonesia Mengajar secara resmi memberangkatkan 15 Pengajar Muda Angkatan 28 untuk memulai masa penugasan di tiga wilayah. Selama satu tahun ke depan, kelima belas Pengajar Muda ini akan mengabdi untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem sosial masyarakat di daerah penempatan.

Sebelum diberangkatkan, Pengajar Muda Angkatan 28 telah menyelesaikan program pelatihan intensif selama tujuh minggu. Kurikulum pelatihan dirancang untuk membekali para pengajar dengan kompetensi komprehensif, meliputi metode pedagogi, perancangan instrumen pembelajaran, pemahaman sosio-kultural daerah penugasan, serta ketahanan fisik dan mental. Pelatihan ini disiapkan agar mereka mampu memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat langsung dari akar rumput.

Dalam pelaksanaannya, peran Pengajar Muda tidak terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas. Mereka ditugaskan untuk berkolaborasi dan melibatkan diri secara langsung dengan pemangku kepentingan serta masyarakat setempat. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kondusif, dan berkelanjutan, guna mendukung pemerataan pendidikan nasional.

Pada periode penugasan tahun 2026 ini, Indonesia Mengajar memfokuskan pengabdian di tiga wilayah strategis dengan menempatkan lima Pengajar Muda di masing-masing daerah. Ketiga wilayah tersebut adalah: Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Keberangkatan Angkatan 28 ini kembali menegaskan komitmen Indonesia Mengajar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya ini bukan sekadar tanggung jawab segelintir pihak, melainkan amanat konstitusi kemerdekaan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

Indonesia Mengajar mengapresiasi dedikasi seluruh Pengajar Muda Angkatan 28 yang telah bersedia mengambil bagian dalam inisiatif ini, dan berharap kehadiran mereka dapat menjadi katalisator kemajuan pendidikan di setiap wilayah penugasan.


Kabar Lainnya

Lihat Semua