Dari Komitmen Negara ke Gerakan Warga: Menguatkan Pendidikan melalui Pengajar Muda dan Sekolah IMpian

20 Februari 2026

Pendidikan hari ini ditempatkan sebagai prioritas strategis nasional bangsa. Dalam berbagai kebijakan dan rencana pembangunan, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Fokusnya pun jelas yakni pemerataan akses, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan literasi dan asesmen. 

Komitmen negara terhadap pendidikan bukan lagi sekadar wacana. Ia hadir dalam bentuk regulasi, program, anggaran, hingga target pembangunan jangka panjang. Pendidikan dipahami sebagai investasi masa depan, bukan hanya untuk individu, tetapi untuk daya saing bangsa.

Namun, di balik komitmen tersebut, pertanyaan publik tetap ada: apakah kebijakan yang dirancang di tingkat nasional sudah sepenuhnya menjawab tantangan yang dirasakan masyarakat hingga ke akar rumput? 

Antara Kebijakan dan Realitas Lapangan 

Ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah masin menjadi tantangan nyata. Sekolah di berbagai penjuru negeri menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya dukungan lingkungan belajar yang aman dan sehat, hingga lemahnya kolaborasi antaraktor pendidikan yang ada. 

Di banyak tempat, pendidikan belum sepenuhnya diposisikan sebagai sebuah sistem sosial yang hidup. Ia kerap dipahami sebagai program yang datang, berjalan, lalu selesai. Bukan sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan dan kepemilikan bersama.

Padahal, pendidikan yang berkualitas tentu perlu untuk diupayakan melalui relasi yang baik antaraktor seperti guru dan murid, sekolah dan orang tua, kepala sekolah dan komunitas, serta pemerintah daerah dan masyarakatnya sendiri. Ketika relasi ini lemah, kebijakan yang baik pun bisa kehilangan daya jangkaunya.

Menguatkan dari Dalam, Bukan di Luar Sistem 

Di sini, Indonesia Mengajar hadir sebagai sebuah gerakan warga yang bekerja pada lapisan lebih mendasar, yakni memperkuat perilaku dan relasi para aktor utama pendidikan di tingkat lokal. Melalui program Pengajar Muda dan pembaharuan pendekatan yakni Sekolah IMpian , Indonesia Mengajar tak hanya menempatkan individu di ruang kelas. Ia berupaya untuk membangun ekosistem belajar yang hidup, dimana guru, kepala sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah lokal saling terhubung bersama. 

Jika kebijakan adalah kerangka besarnya, maka gerakan warga adalah energi yang akan menghidupkannya. Oleh sebab itu, Indonesia Mengajar tidak berjalan di luar sistem pendidikan nasional. Justru sebaliknya, ia bekerja dari dalam kemudian menguatkan apa yang sudah ada. 

Pengajar Muda hadir bukan untuk menggantikan guru, melainkan untuk belajar dan berkolaborasi. Mereka menjadi penghubung, penggerak, dan katalis yang mendorong aktor-aktor lokal menemukan kembali peran dan potensinya.

Sekolah IMpian pun dirancang bukan sebagai proyek terpisah, tetapi sebagai ruang pembelajaran bersama yang memperkuat kapasitas sekolah secara berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan yang baik. Ia membutuhkan manusia-manusia yang bersedia terlibat, membangun relasi, dan menumbuhkan kepercayaan di tingkat paling dasar.

Saatnya Kamu Terlibat

Perubahan pendidikan bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga tertentu. Ia adalah ruang partisipasi bersama. Jika kamu percaya bahwa pendidikan adalah jalan untuk membangun masa depan, dan ingin terlibat langsung dalam proses belajar yang hidup di berbagai penjuru Indonesia, ini saatnya mengambil langkah.

Pendaftaran Pengajar Muda angkatan XXVIII telah dibuka.

Temukan peranmu.
Belajar, bertumbuh, dan bergerak bersama untuk pendidikan Indonesia. 

Daftar sekarang di indonesiamengajar.org


Kabar Lainnya

Lihat Semua