info@indonesiamengajar.org (021) 7221570

So Long Harjo

Sekar Nuswantari 15 Juli 2011
 Minggu, 10 Juli 2011 Besok adalah hari pertama semester baru tahun ajaran 2011/2012. Semester lalu kututup dengan cukup baik bersama dengan anak-anak kelas 5. Mulai esok, mereka resmi akan menjadi siswa kelas 6. Sungguh bangga aku mendengarnya. Tapi dari kabar yang kudengar, tidak semua anak akan menikmati pendidikan di kelas 6. Kabarnya, Harjo tidak akan lanjut sekolah lagi, dia akan ikut pamannya bekerja di Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara. Kalian ingat Harjo? Sering sekali aku menyebutkan namanya dalam jurnal-jurnalku. Harjo, musuh bebuyutanku, murid yang paling menguji kesabaranku secara konsisten setiap hari, sekaligus murid yang kusayang. Dulu dia sering mengancam kalau dia akan putus sekolah, ikut kerja dengan pamannya di Pasangkayu. Selalu aku berkata untuk menunda rencana itu minimal sampai dia lulus SD. Lebih baik kalau dia kerja pada saat liburan saja. Tapi siapalah aku? Orang tuanya saja tidak melarangnya. Sangat disayangkan dia putus sekolah, Harjo sebenarnya adalah anak yang cerdas. Sayang sekali orang tuanya tidak melihat hal itu. Di keluarganya, semua kakaknya tidak ada yang lulus SD. Semua putus sekolah, lalu menikah di usia muda. Harjo adalah anak laki-laki pertama di keluarganya. Aku menaruh harapan yang cukup besar padanya, untuk dapat memperbaiki status sosialnya dan keluarganya. Tapi harapan itu kandas sudah. Memang bukan berarti dengan tidak sekolah, masa depannya akan turut hancur. Tapi aku percaya dengan sekolah, kesempatan akan masa depan yang lebih baik itu akan terbuka lebih lebar. Jujur aku merasa sedih. Semua usaha dan nasehat yang kuberikan tidak ada pengaruhnya untuknya. Well, semoga ini memang jalan yang terbaik baginya dan keluarganya. Semoga Harjo dapat menggapai impiannya dengan jalan yang dipilihnya ini. Selamat jalan Harjo. Sampai bertemu lagi.

Cerita Lainnya

Lihat Semua