Okt
03
Teluk Rhu, Maret 2011 Saya sendiri lupa sesi apa saat itu, tapi saya masih ingat persis saat kami dibagikan karton berwarna yang ukurannya kira-kira 21x15 cm itersebut, dan saya kemudian memandangi karton itu sambil berpikir keras. Saat itu pelatihan Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan 1 telah berjalan beberapa minggu, dan kami dibagikan karton tersebut untuk menuliskan kata-kata pepatah yang kami sukai dan inspiratif. Saya menengok ke kanan dan ke kiri memperhatikan teman-teman lainnya. Ada yang menuliskan kata-kata dari JFK, ada yang menuliskan kata-kata dari.., macam-macam lah pokoknya. Saya juga ingat saya kebingungan mau menuliskan apa. Saya bukan tipe orang yang suka menghafalkan kata-kata pepatah, dan memang karena saya orangnya pelupa, saya sendiri tidak ingat kata-kata pepatah apa yang pernah saya baca. Hmmm.. saya sudah hampir menuliskan kata-kata “Berakit-rakit ke Hulu, berenang-renang kemudian,bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” di kertas tersebut sampai kemudian saya ingat kata-kata yang ada di buku You’re Job is Not Your Carriernya Rene. Kata-kata itu ada di pojok halaman, seakan-akan bukanlah hal penting dan mudah sekali untuk dilewatkan.Tapi saya ingat betul kata-katanya, dan juga ilustrasi ala doodle nya yang kasar tapi unik. Saya kemudian menuliskannya di kertas tersebut, tidak lupa, tambah dengan sedikit ilustrasi juga :D Malamnya, sebelum tidur, saya kembali menuliskan kata-kata tersebut di sketchbook berukuran a6 milik saya pribadi, yang isinya sedikit coretan dan gambar-gambar saya. Entah mengapa saya merasakan tautan yang erat dengan kata-kata ini. "If you want the rainbow then you’ve got to put up with the rain" Singkat, sepele, tapi bermakna. Betul sekali, kalau kita mau melihat pelangi, tentu kita harus bersabar menunggu hujan reda bukan? Kalau kita mau melihat pelangi, kita harus menghadapi hujan dan awan gelap dulu bukan? 6 Bulan telah berlalu, dan saya tetap berpegangan teguh pada kata-kata yang tertulis di sketchbook saya itu. If you want the rainbow, then you’ve got to put up with the rain. Pelangi. Pelangi disini adalah senyum dan canda tawa murid-murid saya di sini. Pelangi adalah binar mata anak-anak mempelajari dan mengetahui ilmu baru. Pelangi adalah mereka, anak-anak generasi penerus bangsa dari Teluk Rhu ini. :)
1 Komentar
  • alex
    Untuk Pengajar Muda (PM) 1 dan 2, dimana saja berada., pembawa pesan pertama dari Gerakan Indonesia Mengajar ke pelosok Nusantara. Setelah selesai mengabdi, adakah mimipi/ keinginan/ rencana untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat GIM menjadi gerakan bersama yang diketahui dan dimiliki semua rakyat Nusantara serta menimbulkan niat tulus dari rakyat di Nusantara ini untuk berpartisipasi dalam Pendidikan, baik secara langsung maupun tidak.
    Karena untuk menghancurkan rantai kebodohan dan kemiskinan, hanya dengan pendidikan. Dan pendidikan membutuhkan dana dan gerakan bersama, karena tanpa itu, kita tidak dapat menghancurkan rantai kebodohan dan kemiskinan, dan akhirnya Mutiara Nusantara akan hilang ditelan waktu.
    Akankan ini terjadi lagi dan lagi, tanpa bisa kita cegah dan hancurkan?.
    Sanggupkah Mutiara Nusantara kita, menghancurkan rantai kebodohan dan kemiskinan itu dengan kekuatannya sendiri ?.
    Jadikan GIM sebagai pembuka jalan tetapi apa yang akan kita lakukan selanjutnya karena tanpa adanya bantuan dari kita, rakyat nusantara lainnya, Mutiara Nusantara akan menemui kesulitan untuk memutus rantai kebodohan dan kemiskinan yang membelenggu dirinya, mari kita bantu mereka, bisakah PM 1 dan 2, sekali lagi berpartisipasi menemukan jalan keluarnya.
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!