How Do They Get Money
Khaerul Umur | 13 October 2013

Teman-teman mungkin mempunyai cerita masa kecil masing-masing tentang bagaimana mendapatkan uang untuk membeli barang yang diinginkan, entah itu mainan atau apapun. Siapa yang minta sama orang tua sampe nangis kokolojotan hayo?

Nah, berbeda dengan anak-anak murid saya di Desa Muara Telake, Longkali, Paser, Kalimantan timur. Mereka, surprisingly, jauh lebih tough dari kebanyakan cerita masa kecil yang pernah saya dengar. Mau tau cerita-cerita mereka? Cekidot yow!

Mukni Mikel Ali

Ketika ayah saya pulang dari nelayan, saya ikut menimbang ikan kepada bos ayah saya. Dan setelah selesai menjual ikan, saya dan ayah pulang. Setelah sampai saya langsung membersihkan kapal ayah saya. Setelah bersih, saya dikasih uang 20.000. Setelah saya dikasih ang, saya sangat senang sekali bisa dapat uang 20.000. Dan saya menabung uang itu untuk beli baju lebaran.

 

Aminah

Setiap pagi, saya dan adik saya jalan sekolah untuk cari ilmu, untuk mencapai cita-cita saya. Terus itu, saya pulang sekolah saya kerja dirumahnya Feni untuk mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah saya sudah selesai kerja, saya kerja ikan untuk membantu orang tua saya dan kasih makan adik saya. Pekerjaan saya adalah kerja ikan di rumahnya Feni.

Kata orang kamu ngapain kamu kerja itu?! Itu kan kerja berat. Tapi aku tidak putus asa dalam membantu orang tua saya. Semoga orang tua saya mendapatkan rejeki. Ya Allah tolong kabulkan doaku.

 

Harul Arbain

Saya dulu bekerja di gedung walet saya. Terus mengangkat semen bersama teman-teman dan juga mendorong pasir memakai argo dan mendorong gerobak yang di dalamnya batu. Tiga hari yang lalu saya gajian mendapatkan uang 120.000 rupiah. Yang ku beli adalah baju hem. Terima kasih.

 

Syahril Gunawan

Saya mendapatkan uang aku selalu bekerja di gudang. Aku selalu mencuci udang. Aku disuruh membeli es batu sebanyak 20 biji. Selesai itu, aku mencuci ikan bogor. Aku dikasi uang sering 20.000 kadang 50.000. akuu sangatt bahagia karena uang itu aku bagi dua sama orang tuaku.

 

Yusril

Ketika ayah saya pulang dari nelayan, saya ikut menjual ikan. Ketika ikan sudah di jual, saya membersihkan kapal bapakku. Lalu saya dikasih uang karena saya menggosok kapal. Dan saya memasukkan uang itu ke dalam tabungan.

Ketika tabungan itu sudah penuh, saya langsung membeli baju bola dan sepatu atau lainnya di toko bola. Ketika saya membeli semua, rasanya nyaman sekali.

Ketika saya pulang sekolah, saya langsung disuruh ibu berjualan. Dan ketika jam-jam 5 saya selesai berjualan karena warung sudah tutup dan saya langsung berikan uang kepada ibuku senilai 5000 dan saya menyimpannya untuk jajan sekolah. Dan karena itulah saya mendapatkan uang.

 

Guntur Saputra

Kisahku untuk Beli Baju Karate

Saat hari kamis, seharusnya aku harus pergi latihan. Tapi sayang, semua teman karateku mempunyai baju karate kecuali aku. Saat iku aku masih pakai sabuk putih. Tapi aku tidak pergi latihan karena aku pergi pasang keramba di sungai kuburan. Karena ingin punya baju karate, aku beranikan diri untuk pasang keramba di sungai kuburan. Di sungai keramba aku pasang tiga keramba.

Keesokan harinya, sehabis shalat Jumat, aku pergi ambil kerambaku. Setelah aku ambil satu keramba, aku kecewa karena kerambaku tidak ada isinya. Kemudian ambil ambil keramba yang kedua. Aku sangat bangga, karena di dalam kerambaku berisi kepiting. Orang bilang kepiting itu namanya MK dan 40. Kemudian aku ambil keramba yang ketiga. Aku merasa sangat bangga sekali karena di dalam keramba yang ketiga ada kepiting TL dan BS.

Setelah aku jual kepiting hasilnya sangat banyak yaitu 47.000 di tambah uang jajan di sekolah

 

Nur Rahma Danisa

Curhatan Sulit membeli Sepatu

Waktu itu aku masi duduk di kelas empat, di mana aku mempunyai sepatu yang bolong dan itu tidak layak untuk dipakai lagi. Di mana ayahku penghasilannya tidak menentu. Aku ingin sekali membeli sepatu dan akhirnya aku berfikir sebaiknya aku menabung sedikit demi sedikit. Tetapi dari mana aku mendapatkannya kalau aku berdiam diri saja. Dan akhirnya aku diajak oleh Rauda, Jaiz, dan Aldi untuk memotong kepala udang.

Sangat sulit aku rasakan hanyalah gigitan nyamuk dan lelah yang ku rasakan. Dan akhirnya aku menerima uang itu yang tidak banyak hanyalah 7000. Di mana harga sepatu itu 30.000. untungnya aku mempunyai tabungan yang bernilai 18.000. Namun itu masih kurang. Ibuku lah yang menambahkan uangku. Akhirnya aku bisa membeli sepatu yang kuinginkan. Aku ucap terimakasih untuk kedua orang tuaku yang telah membantuku.

 

Megawati

Ini cara aku mendapatkan uang untuk belanja dengan adikku.

Aku pulang sekolah lalu ada orang memanggilku. Tiba-tiba orang itu menyuruhku belah ikan. Selesai belah ikan, orang itu memberiku sehari itu 15.000 sampai 30.000 sehari. Lalu selesai belah ikan lalu ada orang menyuruhku mencuci piring. Aku mencuci piring buat belanja adikku. Aku mendapatkan uang cuci piring itu sering mendapatkan sehari itu sering 10.000 sampai 15.000.

 

 

Aldi

Cara saya mendapatkan uang dengan mencari kepiting dan menebar keramba. Lalu aku tunggu sampai satu malam. Dan besok pagi lalu aku angkat dan akan mendapatkan kepiting. Dan kepiting itu ku tampung di rumah. Kalau sudah banyak lalu aku jual dan aku mendapatkan uang. Lalu aku berikan kepada ibuku. Aku sangat senang karena bisa kasih uang ibuku. Sekian terimakasih. Assalamualaikum

 

Feni Gamita Febrianti

Saat ini aku dan orang tuaku terpaksa berpisah. Karena bapakku kerja diperusahaan. Ibuku harus ikut dengan bapakku untuk mengatur makanan bapakku. Dan aku harus sekolah. Aku bersaudara 4 orang. Aku tinggal dengan nenekku berdua dengan Tazam. Sedangkan sedangkan dua orangnya lagi ikut dengan ibuku karena dia memang masih terlalu kecil. Bapak pasti tau gimana rasanya berpisah dengan kedua orang tua! Orang tuaku kadang juga datang sebentar, sebulan. Orang tuaku mengirimkanku kulkas dan uang. Kulkas itulah yang membuatku bisa belanja. Sedangkan uangnya tidak aku belanjakan. Ketika pasar, aku akan membelikannya makanan yang bisa dibekukan. Tapi jika saya kehabisan, yang akan memberikanku uang adalah nenekku. Dan jika sudah beku, banyak anak-anak yang akan menjualkannya di mana saja. Jika anak itu selesai berjualan, aku akan memberinya upah. Jika anak itu mendapatkan 5000, upahnya 1000. Dan sisa uangnya akan saya simpan dan untuk belanja sehari-hari dan untuk sangu sekolahku bersama adikku, Tazam.

Itulah kisahku mendapatkan uang. Saya cerita secara jujur. Sekian dari saya.

 

Rosi

Saya mendapatkan uang dari kerja bantuin mama. Kalau saya ingin uang banyak, saya harus milih ikan bilis, lalu ada juga udangnya. Saya kalau sudah selesai milih, saya jual bilisnya. Saya kumpul-kumpul dulu uangnya. Kalau sudah banyak, baru saya ambil. Kalau udangnya saya kupas dulu kulitnya baru saya jual. Lumayan jadi saya tidak minta lagi uang sama orang tua saya lagi.

Yah walaupun bilisnya sekilo 800 rupiah saja. Kalau udangnya sekilo 12.000. kalau saya dapat uang sampai 20.000, saya tidak minta lagi uang sampai 3 hari. Aku harus hemat karena saya punya juga adik. Jadi saya bersyukur bisa pegang uang banyak. Dan kalau ada guritanya, saya keringin dulu baru saya jual. Nah, dari situlah saya mendapatkan uang.

 

Raudatul Hadawiyah

Pengalamanku saat mendapatkan uang dengan bekerja memotoong kepala udang atau mengupas kulit udang. Di situ saya mencari uang untuk belanja. Dan saya di bantu oleh orang tua saya dong. Saay saya selesai, saya senang sekali dong. Karena saya mendapatkan uang untuk membeli peralatan sekolah. Jadi saya tidak minta uang lagi sama mama saya. Setelah saya selesai dan mendapatkan upah, saya berterima kasih dengan ibuku yang telah membantu saya.

Saya dan ibu setelah bekerja, kami langsung mandi dan shalat maghrib berjamaah dengan kakak saya. Setelah shalat kami pun makan malam bersama sama dengan penuh ceria dann senyuman. Tapi mengapa hati sedih karena saya tidak bisa berkumpul dengan ayah saya yang telah lama berpisah dengan ibu saya. Yah, sudah dulu cerita saya.

Cerita Lainnya

Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran