info@indonesiamengajar.org (021) 7221570

Ketika Kibar Merah Putih Menyatukan Kami

Ika Martharia Trisnadi 16 Agustus 2011

Satu hal, yang membuatku mengharu biru. Ketika Indonesia Raya dinyanyikan dengan jelas dan lantang oleh semua muridku. “Akhirnya mereka hafal lagu kebangsaannya” Ujarku dalam hati.

 

16 Agustus 2011.

“Bu guru datang, bu guru datang” ujar salah satu muridku di YPK Siboru. Pagi itu, 16 Agustus 2011 boleh jadi hari yang dinantikan murid-muridku. Hari itu kami akan memperingati hari lahirnya bangsa Indonesia dengan upacara bendera dan berbagai kegiatan lomba. Meskipun duduk di bangku SD, upacara dan lomba adalah hal langka bagi murid-muridku. Alasan klise kekurangan guru sering kali menjadi tameng utama untuk melewatkan kegiatan semacam ini. Sehingga pagi itu mereka sangat antusias untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Gerombolan seragam putih merah pun semakin jelas kulihat. Ada yang tersetrika rapi, ada pula yang lecek lusuh. Ada yang lengkap dengan sepatu, ada pula yang memakai sandal atau telanjang kaki. Maklumlah jalan di kampung masih berbatu dan bertanah lempung. Namun di balik semua atribut itu ada binar mata dan senyum ceria yang menantikan kibaran sang merah putih.

Upacara pagi itu berlangsung kurang sempurna, banyak kesalahan yang masih menjadi PR kami. Ya, saat itu memang kali perdana bagi murid-muridku melaksanakan upacara peringatan HUT kemerdekaan RI. Semoga upacara perdana ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk terus berlatih. Satu hal, yang membuatku mengharu biru. Ketika Indonesia Raya dinyanyikan dengan jelas dan lantang oleh semua muridku. “Akhirnya mereka hafal lagu kebangsaannya” Ujarku dalam hati. Kibar merah putih pagi itu menyatukan kami, membangunkan raksasa Siboru yang tertidur lama. Meskipun tanpa kepala sekolah dan hanya diikuti oleh satu guru, kibaran sang merah putih disaksikan oleh komite sekolah dan masyarakat sekitar yang dengan bangga menyaksikan anak mereka memperingati ulang tahun bangsanya. Bahkan mereka semua (ketua komite sekolah, masyarakat dan pemuda kampung setempat) membantuku dan pak Samori mengadakan lomba untuk anak-anak. Ada lomba makan kerupuk, lomba kelereng, memasukan paku di botol dan lomba sepak bola joget. “Anak Indonesia…merdeka..merdeka!!” murid-murid YPK Siboru tak henti meneriakan yel itu sambil mengibarkan merah putih berbatang lidi di tangan mereka.

Tawa dan semangat anak-anakku menjembatani bersatunya warga kampung (siswa, guru, komite sekolah, pemuda dan masyarakat sekitar) untuk memperingati ulang tahun negri ini. Satu hadiah ulang tahun untuk Indonesiaku: Di bawah kibar merah putihmu, kami bersatu.

 

Dan saat melihat foto-foto ini, semua letih dan lelahku terbayar lunas. Note: special thanks for Tht


Cerita Lainnya

Lihat Semua