Menjadi Pengajar Muda

Barkah Aji Febriyanto 20 Agustus 2020
Menjadi Pengajar muda adalah impian yang diam-diam bersemayam dalam alam bawah sadar sejak 5 tahun yang lalu: awal jadi mahasiswa baru. Seiring kesibukan kemahasiswaan yang mendera, sempat juga terlupa. Namun, pas-pas ternyata, menjelang akhir masa studi, kebetulan pendaftaran Pengajar Muda (PM) XVIII sedang buka. Hari saya resmi jadi mahasiswa: yudisium, adalah hari terakhir pendaftaran PM. Sementara syarat jadi PM harus sudah sarjana. Jadi, barulah siang hari setelah yudisium, langkah taktis kebut tes esai satu siang dan satu malam dimulai. Lanjut serangkaian seleksi lainnya. Puji syukur: lolos. Lalu pelatihan fisik, mental, teoritikal dan kini penempatan. "Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk", begitu kata Tan Malaka. Banyak benturan yang akan terjadi setahun ini, semoga itu juga yang dapat membentuk visi kedepan macam apa yang nantinya layak saya hidupi. .

Cerita Lainnya

Lihat Semua