Prolog: Sebuah Perayaan

Selama kegiatan Orientasi Pasca Penugasan (OPP) Pengajar Muda XXI bulan lalu, kami bersama-sama merefleksikan dua belas purnama pengabdian di pelosok negeri. Mengingat dengan sederhana, 37 Pengajar Muda XXI menyebutkan angka jumlah total guru yang sudah ditemui selama penempatan: 12.124

Dalam dua belas tahun pelayaran Indonesia Mengajar dari titik Sumatera hingga ujung Timur Indonesia, angka di atas menjadi tak terbilang. Guru-guru itu, pemeran-pemeran utama dalam upaya penuntasan janji kemerdekan: mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebut semua hal identik/stigma yang seringkali melekat pada seorang guru, atau terhadap profesinya. Perjuangan tanpa pamrih, gaji yang tidak seberapa, huru-hara administrasi keprofesian, pengorbanan dan pengabdian, atau bahkan penentu masa depan anak-anak bangsa.

Sandaran bangku menahan
Beban yang tak menjadi alasan
Tak pernah dikeluhkan
Dia berjuang.
Tak perlu pangkat bintang 'tuk terkenang

(Kapur - MALIQ & D’ESSENTIALS)

Hal-hal identik itu yang bahkan juga disadari musisi, band yang sudah dua puluh tahun berkecimpung di musik Indonesia, Maliq & D’essentials, mengumpamakan dengan apik dalam sebuah lagu berjudul Kapur.

Mulai dari membaca, memahami, bertingkah, berinteraksi, sampai jadi di titik kita sama-sama membaca tulisan ini, adalah salah satu hasil peluh upaya guru-guru kita semasa menempuh tahun-tahun wajib belajar. Maka dari itu, goresan-goresan perjuangan guru-guru di seluruh penjuru negeri ini sudah selayaknya dirayakan dengan hormat, dengan penuh sukacita.

Desember nanti, Indonesia Mengajar bersama MALIQ & D’ESSENTIALS berkolaborasi untuk peringatan Hari Guru Nasional, dalam tajuk: Senandung Guru Indonesia. Diawali dengan peluncuran video klip dan video lirik dari lagu Kapur, Pelatihan Senandung Guru, talkshow dan konser. Rangkaian perhelatan yang akan kami rayakan dengan khidmat, penuh syukur, dan sekali lagi, dengan sukacita.

Kami mengajak kalian semua untuk sama-sama merayakan, sekaligus ambil satu langkah #ikutbekerja sebagai bagian kontribusi nyata untuk pendidikan.

Isi: Menuju Hari Perayaan

Rangkaian perayaan ini diawali dengan peluncuran video klip dan video lirik dari lagu Maliq & D’Essentials yang berjudul “Kapur”. Video klip Kapur yang sudah tayang di platform youtube Indonesia Mengajar (https://youtu.be/UluEoDxT-VU) tepat 25 November lalu, berisikan kepingan-kepingan video para guru di penempatan Pengajar Muda dirangkai membentuk cerita indah nan penuh makna, dengan diiringi lagu Kapur yang mengalun di belakangnya. Selain itu, nantinya juga akan dirilis video lirik Kapur yang merupakan buah kolaborasi Indonesia Mengajar bersama Nous Indonesia.

20 Desember nanti, menjadi puncak hari perayaan yang akan turut menghadirkan seratus guru untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hari itu akan dimulai dengan Pelatihan Senandung Guru bersama Indonesia Mengajar Learning Institute (IMstitute) yang akan menitikberatkan pada pengetahuan terkait seluk-beluk pembelajaran abad-21. Indonesia Mengajar membuka secara umum, mengajak seluruh guru-guru khususnya di wilayah Jabodetabek (boleh guru sekolah, guru privat, maupun guru ekstrakurikuler) yang ingin dan berkenan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan baik pelatihan maupun intimate concert melalui registrasi.

Acara puncaknya, meet & greet dan intimate concert bersama Maliq & D’Essentials, akan dilaksanakan di Hallf Pati Unus (Kebayoran, Jakarta Selatan) mengundang siapapun untuk datang, meramaikan, dan menorehkan kenangan. Indonesia Mengajar bersama Maliq & D’Essentials mengajak kalian semua untuk sama-sama merayakan, sekaligus ambil satu langkah #ikutbekerja sebagai bagian kontribusi nyata untuk pendidikan.

Dengan menyisihkan 250k, kalian sudah bisa mendapatkan: exclusive merch (t-shirt), sponsored product (untuk 100 pembeli pertama), exclusive meet & greet, intimate concert, sekaligus kontribusi pendidikan untuk 100 guru yang akan dihadirkan secara langsung.

Tiket sudah bisa dibeli di laman Loket.com atau melalui http://bit.ly/tiketSGI . Segera amankan kursimu, ajak teman/pasangan, mari bersama-sama merayakan!✨

Epilog: Kita Tiba di Puncak. Mari Rayakan Bersama.

Selamat datang di hari perayaan, selamat menyiapkan hati yang bersih untuk bisa mengapresiasi dan merayakan dengan sekhidmat mungkin.

Penghargaan untuk mereka yang berjuang 

Bait kedua dari rangkaian Senandung Guru Indonesia adalah pelatihan guru. Salah satu cara untuk memberikan penghargaan adalah dengan meningkatkan kapasitas guru-guru dan membuat mereka berjejaring. Melalui IMstitute–sebuah ekosistem belajar yang didirikan oleh Indonesia Mengajar, Pelatihan bertajuk “Merdeka Belajar dan Profil Guru Abad 21” dipilih sebagai tema utama. Pelatihan ini diikuti oleh 100 guru yang terpilih dari 500 lebih pendaftar. Guru-guru ini hadir tidak hanya dari Jabodetabek, melainkan juga Lampung dan Jawa Tengah. Narasumber yang dihadirkan adalah Ibu Yuni, founder Rumah Main STrEAM yang membawakan materi Design Thinking agar pembelajaran lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan para peserta didik. Sesi ini dibawakan dengan penuh aktivitas mulai dari bernyanyi, tepuk-tepuk, hingga membuat topi dari kertas. Di akhir sesi, guru-guru diberikan pengalaman untuk saling memberikan feedback agar mampu melihat apa yang sudah baik dan yang perlu dikembangkan selama sesi pelatihan tadi.

“Pengalaman yang luar biasa bisa bergabung bersama 100 guru terpilih dan mengikuti rangkaian pelatihan. Meskipun saya harus menempuh perjalanan beberapa kilometer dan menyebrangi pulau untuk menimba ilmu, namun semua terbayar dengan materi yang diberikan.” Ucap Meilyza Rimasari, salah satu dari guru yang hadir dalam Pelatihan.

Merayakan dan Memberi Penghormatan

Penutup dari bait Senandung Guru Indonesia adalah intimate concert bersama MALIQ & D’Essentials. Dirayakan di Hallf Patiunus, Indonesia Mengajar dan MALIQ & D’Essentials mengundang secara hormat guru-guru yang sudah mengikuti pelatihan untuk merayakan bersama penonton yang hadir. Intimate concert ini juga mengundang penonton umum yang membeli tiket dan didonasikan sebagai beasiswa bagi pelatihan 100 guru. 

Intimate concert dibuka dengan penampilan teatrikal salah satu alumni Pengajar Muda Indonesia Mengajar, Misbah, yang membawakan penampilan dengan memeragakan kehidupan seorang guru tanpa kata-kata dengan iringan musik instrumen. Dilanjutkan oleh narasi dari Khintan, alumni Pengajar Muda juga yang baru selesai bertugas, melengkapi peragaan teatrikal dari Misbah. Rangkaian opening ditutup dengan speech dari Ketua Yayasan Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono, “Yang perlu diingat oleh guru-guru di seluruh penjuru negeri, kalian tidak sendiri, dan tidak akan pernah bekerja sendiri."

MALIQ & D’Essentials kemudian hadir untuk berbincang tentang cerita lagu Kapur ini dibuat. “Kami ingin bikin lagu pop tentang guru yang relate di telinga anak-anak muda, biar lagu tentang guru nggak itu-itu aja.” Ujar Widi salah satu personil MALIQ & D’Essentials. “Kita bahkan pernah ketemu sama segerombolan anak SD yang mau nonton kita karena mereka suka lagu Kapur.” Kenang Angga ketika bercerita tentang bagaimana lagu ini dikenal oleh masyarakat. 

MALIQ & D’Essentials mengaku sangat senang dan terbuka untuk berkolaborasi dengan membuat persembahan untuk guru-guru bersama Indonesia Mengajar. Bahkan, mereka mengaku bahwa baru pada momen spesial ini, lagu Kapur dibawakan secara live setelah diluncurkan bersama album Senandung Senandika di 2017 lalu. Puncak acara kemudian diakhiri dengan penampilan MALIQ & D’Essentials yang membawakan lagu-lagu andalan mereka. Seluruh yang hadir, mulai dari guru hingga penonton umum, turut serta dalam euforia suka cita dalam perayaan hari guru ini. 

Berperan sebagai sponsor, Wardah, Kahf, Molecool, Nutrisari, dan Loket, telah memberikan upaya dukungannya secara material, sehingga perayaan ini bisa diselenggarakan dengan meriah. Juga tak kalah penting pihak-pihak yang mengambil peran sebagai media partner: SEA Today, Kumparan, Vindes Media, Konser Jabodetabek, yang sudah ikut serta untuk menyebarluaskan cerita-cerita seru dari rangkaian perayaan ini, sehingga lebih banyak pihak yang tahu dan akhirnya bersama-sama ikut merayakan.

Menuntaskan janji kemerdekaan mencerdaskan kehidupan bangsa tentu saja menjadi salah satu tugas guru-guru. Namun, melalui Senandung Guru Indonesia, kita diberikan sebuah gambaran bahwa kita semua, bisa mengambil porsinya masing-masing untuk pendidikan di Indonesia. MALIQ & D’Essentials hadir dengan kontribusi membuat karya untuk guru-guru di Indonesia, seluruh penonton hadir dengan membeli tiket sebagai kontribusi, sponsor dan media partner membantu mewujudkan pesta perayaan, maka benar jika pendidikan seperti layaknya prasmanan: semua orang berhak mengambil makanan sesuai keinginan dan porsinya masing-masing.