Indonesia Mengajar

Lagi-lagi tentang cerita dari akar rumput yang terlalu berharga jika dibiarkan luput.

Selalu menyenangkan–juga bikin bahagia–mendengar dan menyaksikan bahwa masih ada orang dan terlalu banyak orang yang terus bekerja merawat dan menjaga anak-anak kita, generasi masa depan kita di berbagai penjuru tanah air. Dengan sikap kerendahan hati dan sikap yang sabar dan tabah dalam kerja di jalan yang rumit ini. Hingga detik ini–tanpa mengabaikan denting jam yang terus melaju–kami terus bertemu dengan banyak penggerak dan pegiat pendidikan.

Selama 12 tahun bekerja di Timur Indonesia, Indonesia Mengajar menemukan potret-potret perjuangan di pelosok negeri yang digaungkan oleh aktor-aktor lokal. Orang-orang yang percaya bahwa tak ada perjuangan yang lebih heroik, dibanding tangan yang terus bergerak dan kaki yang senantiasa melangkah.

Selama itu pula, kami merasa bahwa terlalu banyak pelajaran-pelajaran yang  teramat penting untuk kita perdengarkan secara kencang ke belahan Indonesia dan terlalu penting bagi kita tidak duduk secara terbuka mendengarkan dan memperhatikan dengan saksama, apa yang sedang terjadi dan apa yang sudah penggerak dan pegiat pendidikan perjuangkan–khususnya 12 tahun Indonesia Mengajar di tempat-tempat terjauh itu.
.
Sambil mengingat sudut senyum di wajah para penggerak dan pegiat pendidikan di Timur Indonesia, kami ingin mengajakmu untuk melihat peluh keringat mereka yang tak terhitung banyaknya menggunakan lensa lain. Melihat sebagaimana mestinya. Bukan berdasarkan kita–”orang luar”–pikirkan.

Selama 2 hari, kita akan menangkap pengalaman dari mereka yang memulai aktivitas 2 jam lebih awal melalui Konferensi: Pendidikan di Timur Indonesia. Bersama-sama, kita akan mensyukuri dan merayakan 12 tahun perjalanan Indonesia Mengajar di Timur Indonesia, menciptakan gemuruh atas cerita-cerita penggerak dan pegiat pendidikan di Timur Indonesia agar lebih banyak orang yang mendengar, dan yang tak kalah penting: menyampaikan pesan kepada penggerak dan pegiat pendidikan itu bahwa sejatinya mereka tak pernah benar-benar sendiri.

Mari kita menyiapkan diri dengan hati terbuka dan seluruh sumber daya agar tubuh kita bisa membuka diri dan berempati pada segala hal yang ada di Timur Indonesia ini. Dan semoga kemudian kita memutuskan agar tubuh dan jiwa ini ikut bekerja menghormati mereka-mereka yang terus bekerja merawat dan menjaga pendidikan di Timur Indonesia.

Dari kami, yang tak pernah lelah mengajakmu ke Timur, untuk melihat matahari terbit lebih awal,
Indonesia Mengajar

 

Tertarik untuk bergabung? Klik tombol di bawah ini!

Ikut Terlibat di Konferensi