Sep
14
Februari 2011, Tiga bulan telah berlalu sejak kepergian saya dari Balai Pungut, dan kini waktunya saya datang untuk berkunjung lagi! Saya tak sabar untuk kembali bertemu dengan anak-anak Balai Pungut yang selalu rajin mengirim sms dan menelpon hanya untuk menanyakan kabar Bu Nesia yang sekarang sudah pindah ke Rupat ini. Ah, tak sabar! Perjalanan dimulai dari Teluk Rhu menuju pelabuhan Tanjung Medang, kemudian naik speed menuju Dumai, menunggu travel di kedai makan, dan dilanjutkan dengan perjalanan 3 jam menuju Pinggir. Hari sudah sangat sore saat tiba di Pinggir, akhirnya saya memutuskan untuk menginap semalam di rumah induk semang Pipit, rumah Pak Kades di desa Tengganau, lagi pula anak-anak Pak Kades akan bersekolah paginya ke Balai Pungut, jadi saya akan akan ikut menumpang keesokan paginya saja, dan langsung berangkat ke sekolah. Setibanya di Balai Pungut saya langsung disambut anak-anak di halaman sekolah, bertemu kembali dengan Bu Hotang dan keluarganya yang kini telah bertambah satu, ya benar, Bu Hotang baru saja melahirkan bayi perempuan. Kata Bu Hotang, awalnya nama anaknya mau diberi nama “Nesia” tapi pada saat hari kelahiran bayi tersebut tidak mau keluar-keluar dari perut sang Ibu dan akhirnya baru lahir pada keesokan paginya, oleh karena itu namanya pun dirubah menjadi “Sigaya” karena si bayi gaya-gaya saja lahirnya. Ah senangnya. Saya tak menyangka sampai-sampai nama saya mau diberikan ke anaknya sendiri, biarpun tak jadi, tetap saja aah terharu biru (: Di SD 2 Balai Pungut saya kembali bertemu dengan para guru-guru, dengan anak-anak kelas 6 yang ribut berteriak-teriak didepan ruang guru saat saya datang, dan anak-anak lainnya yang mengintip penuh penasaran dari balik tingkap jendela. “Ibu makin hitam saja bu” celetuk anak-anak begitu melihat saya, ahhahha, statement yang tak bisa saya bantah sedikit pun. Di hari pertama saya masuk ke pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6, menonton pementasan drama anak-anak, Ikut bermain dan mengajar menyanyi lagu-lagu daerah pada anak-anak, dan di siang harinya saya pamit untuk berangkat ke UPTD Pinggir untuk bersilahturahmi dengan dinas. Sorenya sesampainya di Balai Pungut lagi tiba-tiba seorang anak dengan baju merah putih timnas sepakbola RI duduk berjongkok di lapangan sekolah. Si Abdul datang untuk bertemu, saya menanyakan langsung mengenai berita keluarnya Abdul dari sekolah, sungguh sangat disayangkan.. Mengobrol hingga sore bersama Abdul dan Hengki di lapangan sekolah. Hingga tiap malam Abdul dan Hengki yang selalu menemani di rumah, belajar bersama dan bermain laptop. Saya menghabiskan 3 hari 2 malam di Balai Pungut dan tibalah saatnya untuk menuju Pulau Bengkalis untuk retraining bertemu dengan orang IM Jakarta. Saatnya untuk berpisah kembali dengan Balai Pungut. Berdadah dadahan lagi dengan anak-anak. Berjumpa lagi untuk beberapa bulan mendatang. p Sampai jumpa lagi, Balai Pungut :’)
0 Komentar
Tinggalkan komentarmu

Belum punya akun? Daftar sekarang!