Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Sri Wulandari

Dara yang terlahir di Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Lumajang ini adalah seorang bungsu dari dua bersaudara yang lahir pada 11 Desember 1992 dari pasangan Ibunda Suwani dan AyahandaTohir. Bernama lengkap Sri Wulandari dan akrab di sapa Wulan menyulut dirinya untuk memulai petualangan menjelajahi sudut-sudut pengetahuan yang ia impikan, dengan berbekalkan serangkaian ilmu dan keterampilan yang dia himpun dari Jurusan Psikologi Universitas Negeri Malang.

Semenjak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah terlatih untuk hidup mandiri dengan cara berjualan jajanan di sekolah serta aktif dalam kegiatan kader dokter kecil dan kesukarelawanan. Identitas kemandirian melekat dan berlanjut hingga ia mengenyam pendidikan SMA dengan memantik ilmu agama di Pesantren AL-Mustaqimiyah. 

Semasa Kuliah, Wulan aktif dalam gerakan sosial dengan  menjadi bendahara Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Negeri Malang serta sebagai tim penggalang donasi di yayasan Koin Langit Malang. Ditahun 2014 Wulan mendapat kesempatan untuk menjalankan pengabdian masyarakat di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Malang (YPAC), di tahun ini pula, Wulan mengenal Gerakan Indonesia Mengajar dari Bapak Anies Baswedan dalam sebuah seminar, dan menyematkan dengan baik pesan beliau “Hancurnya bangsa bukan hanya karena adanya orang-orang jahat, tapi karena orang-orang baik memilih diam dan mendiamkan” , beliau mengetuk hatinya lebih dalam lagi.

Sebelum bergabung dengan Indonesia Mengajar, Wulan bekerja di SMK Negeri 1 Tekung sebagai guru bimbingan dan konseling serta diamanahi untuk terlibat aktif dalam setiap agenda tim kesiswaan.

Tak lepas dari ranah pendidikan dan sosial, Wulan juga menginisiasi gerakan laskar belajar bagi anak-anak SD di sekeliling desanya, dengan berbasis pembelajaran yang berbudi dan menyenangkan. Selain itu untuk memupuk kegemaran anak-anak dalam dunia baca, ia mendirikan perpustakaan sebagai salah satu bentuk  cikal bakal tumbuhnya generasi yang gemar berliterasi. 

Mengabdikan setahun hidupnya untuk terlibat langsung dalam dunia pendidikan sebagai Pengajar Muda, merupakan suatu kehormatan agung baginya. Kini ia belajar bahwa hidup bukan hanya berbicara perihal diri sendiri dan rutinitas, namun bagaimana berbagi dan memberi, karena tugasnya telah usia untuk menerima. Sebagai Pelari Keempat, ia akan berbagi Semangat, Belajar dan Membersamai bertumbuh anak-anak di SDN Inpres Mimin, Desa Mimin, Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua.