Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Sri Pascarini Agustina Tampubolon

Wanita yang akrab dipanggil Tina ini merupakan wanita kelahiran Medan tapi sejak SD sudah menetap di Jakarta. Seorang lulusan Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung ini sangat peduliterhadap masalah lingkungan, terutama permasalahan persampahan. Ia juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB sebagai Wakil Kepala Departemen Hubungan Luar, selain itu Tina juga aktif berorganisasi di Persatuan Sepakbola ITB sebagai pemain futsal putri dan kegiatan organisasi di dalamnya. 

Selain aktif di organisasi kampus, Ia pernah mengikuti kegiatan sosial Ekspedisi Nusantara Jaya yang diadakan oleh Kemenko Kemaritiman RIsebagai tim DKI Jakarta untuk pergi ke Pulau Terluar di Kepulauan Seribu. Kegiatan tsb adalah titik balik dimana Tina menyadari bahwa kesenjangan aksesibilitas memengaruhi pola kehidupan masyarakat, termasuk masalah lingkungan dan pendidikan. Rasa penasarannya mengenai permasalahan persampahan yang terus menjalar di negara maritim ini membawa ia bekerja sekaligus belajar di Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu sebagai tenaga pendukung di seksi pengendalian dampak lingkungan.

Ternyata menurutnya permasalahanlingkungandi Negara Kepulauan ini berakar darimasalah pendidikanyangmasih bersenjang. Jiwa sosial dan rasa penasarannya yang tinggi terhadap permasalahanPendidikan membuat Tina menyadari bahwa permasalahan di Indonesia tidak hanya bisa diselesaikan oleh pihak birokrasi saja dan sisanya memilih diam. Tapi Tina percaya bahwa cara terbaik untuk mengkritisi masalah harus dimulai dengan menjadi bagian dalam penyelesaiannya. Ia juga ingin menjadi sebaik-baiknya manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, Ia yakin untuk menghabiskan satu tahun usianya untuk belajar dan berbagi ilmu yang Ia dapatkan menjadi Pengajar Mudadi SDN Ujung Sialit, Kabupaten Aceh Singkil.