Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Nadia Annisa Nurtantijo

Perempuan berdarah Minang-Sunda ini akrab disapa Nadia, lahir dan tumbuh besar di Kota Bandung. Gelar sarjana ekonomi diraihnya berkat keuletannya saat bekuliah di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung.

Semasa kuliah, ia bekerja sebagai instruktur Antigravity Yoga di Bandung. Kecintaannya pada mengajar juga ia salurkan dengan menjadi inspirator di Kelas Inspirasi Bandung, serta relawan pengajar di komunitas 1000 Guru Sulawesi Tengah dan 1000 Guru Tangerang Selatan. Selain itu, ia juga ikut membantu One Ummah Foundation dalam berkegiatan sosial.

Perempuan ini sangat menyukai kegiatan di alam bebas sedari kecil. Ia pun memilih untuk ikut dan aktif dalam Unit Kegiatan  Mahasiswa Parahyangan Pencinta Alam (MAHITALA) di Unpar. Tahun 2014, ia pernah melakukan Ekspedisi Penyelaman Pulau Labengki, di Sulawesi Tenggara. Tidak disangka, perjalanan ini membuka matanya terhadap kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia– itulah yang menjadikannya yakin untuk menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Mengajar.

Selama satu tahun ke depan, Nadia akan mengemban tugas sebagai Pengajar Muda angkatan XVII di SD Inpres Minaluli, Desa Minaluli, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Nadia telah siap untuk mengabdi dan siap terinspirasi.