Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Andri Sibarani

Bernama lengkap Andri Sibarani, disarankan memanggil dengan nama panggilan Bara. Asli keturunan orang Batak dari pasangan Wilman Sibarani dan Kristina Hutagalung.

Bara menyelesaikan pendidikan terakhir di Universitas Padjadjaran Program Studi S-1 Sastra Jepang, berhasil meraih gelar Sarjana Humaniora.

BPA S-1 Sastra Jepang, menjadi organisasi pertamanya di bangku kuliah. Rentang waktu aktif dalam organisasi BPA selama 2 tahun terhitung mulai tahun 2014-2016, fokus di Divisi Pendidikan dan Rohani. Selain BPA, ia juga pernah menjadi anggota dari organisasi KBK Fakultas Ilmu Budaya sebagai anggota. KBK merupakan organisasi bagi mahasiswa yang menganut kepercayaan Kristen.

Keinginan untuk berkontribusi kepada sesama, menjadi pendorong bagi Bara untuk mengikuti program Gerakan Indonesia Mengajar. Kontribusi awal yang sudah diraasakan efeknya adalah program KKN dari kampus, ditempatkan di desa Tersana, Cirebon. Masalah utama di desa Tersana adalah minat belajar anak-anak yang tinggi, tetapi tidak didukung dengan sarana-prasarana belajar. SD di desa Tersana ada 3, tetapi SMP harus menempuh jarak 3 km ke desa lain, SMA-nya ditempuh dengan jarak 30 menit naik motor. Ketika program mengajar anak SD, Bara bertindak sebagai guru pengganti mulai dari kelas 1-6, juga mendampingi anak PAUD belajar menggambar dan bermain.

Satu waktu, Bara bertanya pada anak kelas 6 SD di saat proses belajar mengajar di kelas, mengenai cita-cita. Si anak membalas bahwa cita-citanya ingin menjadi guru. Jawaban anak tersebut langsung disambut oleh anak-anak yang lainnya. Hampir ¾ jumlah anak di kelas tersebut mengatakan cita-citanya menjadi guru. Alasannya, mereka hanya mengetahui profesi guru saja. Anak kelas 6, di SD tersebut ternyata masih kurang informasi mengenai masa depannya. 

Mendapat info mengenai Gerakan Indonesia Mengajar sedang membuka kesempatan bagi freshgraduated sebagai pengajar, dimanfaatkan oleh Bara untuk menjadi jalan bagi keinginannya tersebut.