Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Yuhda Wahyu Pradana

Priayang memiliki darah Jawaini lahir di dataran tinggi Dieng Banjarnegara. Lulusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) ini adalah anak pertama dari dua bersaudara dan sudah enam tahun terakhir hidup di Yogyakarta.

Yuhda, panggilan akrabnya, punya minat yang sangat besar di bidang sosial terutama pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan isu difabel. Ia menginisiasi sebuah Sekolah informal alternatif bernama Sekolah Inspirasi Pedalaman di kota kelahirannya di Banjarnegara karena keprihatinan akan Indeks Pembangunan Manusia yang sangat rendah di kampung halamannya. Tak hanya itu, ia juga menginisiasi komunitas Braille’iant di Yogyakarta yang bergerak di bidang isu inklusifitas dan pemenuhan hak-hak difabel netra terutama di bidang pendidikan.

Sebelum bergabung di Gerakan Indonesia Mengajar, Yuhdabekerja sebagai penerjemah di Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY.

Baginya, menjadi Pengajar Muda adalah salah satu cara untuk ikut mengusahakan perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik dan merata. Untuk itu, selama setahun ke depan ia akanmengusahakan perubahan tersebut di SDK Elo Gerwali, Maluku Barat Daya.