Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Marlina Ayuningtias (Marlina)

Marlina Ayuningtias, lahir di Klaten, 5 November 1993 silam. Anak pertama dari dua bersaudara ini merupakan lulusan Sastra Jepang di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Selama kuliah Marlina aktif mengikuti kegiatan organisasi di kampusnya. Ia sempat menjadi Kepala Biro Kesekretariatan Badan Eksekutif Mahasiswa FIB UI pada tahun 2013. Ia juga sempat tergabung sebagai anggota Pandu Budaya yang menuntunnya mengenal Indonesia lebih dalam.

Kecintaannya pada dunia sosial dan pendidikan menggiringnya untuk mengikuti berbagai kegiatan sosial di dalam maupun luar kampusnya. Ia sempat menjadi Pengajar Gerakan UI Mengajar (GUIM) Angkatan 4 di Sukabumi selama sebulan. Sekembalinya dari Sukabumi bersama teman-teman yang memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia pendidikan, ia turut mendirikan sebuah rumah baca yang diberi nama Rumah Tunas Samudra (RTS) di Marunda, Jakarta Utara. Pada tahun 2015 melalui Community Engagement Grants (CEGs) UI, ia berkesempatan hidup beberapa waktu bersama masyarakat Dayak dan Tidung dan melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Indonesia, negeri yang telah memberi Marlina banyak kebaikan dalam hidupnya. Melalui Indonesia Mengajar Marlina ingin mencoba membayar sedikit demi sedikit kebaikan yang telah negeri ini beri padanya sambil terus mengambil pembelajaran dari setiap perjalanannya mengenal Indonesia. Dan SD N 17 Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim menjadi tempat belajar selama perjalanan hidupya setahun ke depan.