Latif Mustofa

Manusia satu ini menyukai lari. Karena dengan lari, Latif bermain-main di daerah-daerah baru yang belum pernah ia jamah. Mempelajari jalan-jalan baru dan menguji batas ketahanan fisik. Saat di batas ketahanan fisik, ia merasa pikirannya bisa bekerja lebih baik. Salah satu kutipan favoritnya muncul saat dia berada di tubir kelelahan fisiknya. “Thorugh the pain we suffer, we become stronger.”

Latif lahir di Magelang, kemudian bersekolah menengah di Yogyakarta selama enam tahun, dan melanjutkan kuliah selama empat tahun di Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Di samping kecintaan pada kehidupan akademik, Latif juga memiliki gairah hidup di alam terbuka. Gairah itu disalurkannya dengan mengikuti Pendidikan Dasar Wanadri 2012, pendidikan yang mengajarinya untuk berjuang demi kehormatan diri, bangsa, dan negara sampai batas terakhir.

Indonesia Mengajar menjadi satu target terakhirnya sebelum terjun ke dunia peradilan. Latif ingin menjalani hidup di desa-desa tempat Indonesia Mengajar mengabdikan diri. Berusaha supaya tenaganya bisa bermanfaat di sana, dan lebih dari itu, untuk dirinya sendiri sebagai bekal menguatkan sisi kemanusiaannya.

Sebelum menjadi Pengajar Muda angkatan VII, Latif menjadi pembina di sekolah berasramauntuk mendampingi anak-anak aliah pra kelulusan mereka dari sekolah.Selama tahun 2013–2014 Latif akan ditempatkan di SDN 16 Kutamakmur, DesaSidomulyo, Kabupaten Aceh Utara.


Logo Indonesia Mengajar
KONTAK

(021) 7221570
info@indonesiamengajar.org

ALAMAT

Jl. Senayan Bawah No. 17,
Kel. Rawa Barat, Kec. Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan 12180

© 2020 Gerakan Indonesia Mengajar
Ikut Iuran