Korps Pengajar Muda

Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Herdimas Anggara

Dimas, panggilan pria hipster yang mawas diri asal Jakarta ini, merupakan alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2007. Berbekal rambut gondrongnya, ia pernah menjadi Wakil Ketua HIMATEK ITB bidang internal sebagai pembuat hura-hura sekaligus pelaku huru-hara. Selain itu, saat ini ia juga berperan sebagai editor portal resensi musik kekinian sandingannya Pitchfork, yakni Melempar Sendok.

Keterkekangan dirinya terhadap sistem pendidikan di Indonesia adalah motivasi utama Dimas untuk mengikuti Indonesia Mengajar. “Kreativitasku selama ini terhambat, aku tidak mau generasi penerusku mengalami hal yang serupa,” ujar penggemar karya sastra George Orwell ini.

Harapannya selama setahun ke depan ketika bertugas di SDN Inpres Baku, Bima, Nusa Tenggara Barat, adalah agar Sufjan Stevens tidak datang ke Indonesia sampai Juni 2014 nanti, karena Dimas akan menangis tersedu-sedu apabila dia tidak dapat menghadiri konser musisi yang dia sukai sejak lama.

Connect